Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa laporan mengenai longsor pertama kali diterima dari masyarakat sekitar pada sekitar pukul 04.00 WIB.
“Benar, telah terjadi longsor di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Jalan ini merupakan jalan nasional penghubung Sumbar–Riau,” ujarnya.
Longsor tersebut menyebabkan material tanah dan batu menutup badan jalan, sehingga arus lalu lintas sempat terhenti total. Peristiwa ini juga menimbulkan antrean kendaraan dari dua arah karena jalur tersebut merupakan akses utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarprovinsi.
Rahmadinol menambahkan, kejadian longsor di titik tersebut bukan yang pertama kalinya. Sehari sebelumnya, longsor juga sempat terjadi di lokasi yang sama dan mengganggu kelancaran arus kendaraan. “Sehari sebelum kejadian ini, longsor juga terjadi di lokasi yang sama,” ungkapnya singkat.
Petugas gabungan dari BPBD, kepolisian, dan pihak terkait dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan material longsor serta normalisasi arus transportasi. Pengendara diimbau waspada mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi longsor susulan dapat terjadi di kawasan rawan tebing. (rid)
Editor : Adetio Purtama