Pantauan Kamis (29/1/2026), pasar tradisional tersebut mulai ramai sejak pukul 06.00 WIB. Warga dari berbagai jorong di Nagari Taram dan sekitarnya memadati pasar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Sejumlah komoditas seperti sayur-mayur, cabai, bawang, ikan air tawar, daging, beras, hingga kue tradisional diperjualbelikan. Aktivitas transaksi terlihat berlangsung aktif di hampir seluruh lapak pedagang.
Sebagian besar barang yang dijual berasal dari hasil kebun, sawah, dan usaha warga setempat. Kondisi ini membuat perputaran uang tetap berada di tingkat nagari dan langsung berdampak pada ekonomi masyarakat lokal.
“Kalau belanja di pasar nagari, harganya lebih terjangkau dan barangnya segar. Sayur dan ikan langsung dari petani setempat,” kata Tia, pembeli di Pasar Nagari Taram.
Peningkatan jumlah pengunjung turut dirasakan pedagang kecil. Beberapa pedagang menyebut jumlah pembeli bertambah dibandingkan pekan sebelumnya, terutama menjelang siang hari.
“Sekarang sudah mulai ramai lagi. Pembeli datang lebih banyak,” ujar Roni, pedagang sayur di pasar tersebut.
Dari sisi harga, kebutuhan pokok terpantau relatif stabil. Harga cabai, bawang merah, dan beras masih berada pada kisaran normal menjelang Ramadhan.
Selain sebagai pusat ekonomi, Pasar Nagari Taram juga menjadi ruang interaksi sosial warga. Aktivitas jual beli mempertemukan pedagang dan pembeli secara langsung dalam suasana pasar tradisional.
“Kalau pasar ramai, ekonomi kampung ikut hidup,” kata Alim, pembeli asal salah satu jorong di Nagari Taram.
Menjelang Ramadhan, aktivitas Pasar Nagari Taram diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat dan kesiapan pedagang menambah stok dagangan.(cr7)
Editor : Hendra Efison