Bantuan tersebut dialokasikan untuk kategori rumah Rusak Ringan (RR) dan Rusak Sedang (RS) di Kecamatan Bukit Barisan dan Kecamatan Gunuang Omeh, dua wilayah yang terdampak banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem pada November 2025 lalu.
Penyerahan bantuan stimulan rumah rusak ini dipimpin oleh Menko PMK RI Pratikno dan disaksikan secara daring oleh Bupati Limapuluh Kota H Safni bersama Forkopimda, Kepala OPD, BNPB, serta masyarakat penerima bantuan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Sarilamak pada Jumat (13/2/2026), sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana di daerah terdampak.
Untuk Kabupaten Limapuluh Kota, total dana bantuan yang diserahkan mencapai Rp1.920.000.000, yang diperuntukkan bagi 30 kepala keluarga kategori Rusak Ringan dan 52 kepala keluarga kategori Rusak Sedang.
Setiap penerima bantuan Rusak Ringan memperoleh Rp15.000.000, sementara penerima bantuan Rusak Sedang menerima Rp30.000.000 guna mendukung perbaikan rumah secara mandiri.
Bupati Limapuluh Kota H. Safni menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas penyaluran bantuan langsung tersebut, yang dinilai menjadi langkah konkret dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana.
“Kita sangat berterimakasih kepada pemerintah pusat yang telah melakukan aksi nyata dalam pemulihan pascabencana. Bantuan ini bukan sekadar angka, melainkan harapan bagi masyarakat untuk bangkit kembali,” ujarnya.
Sementara itu, Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa pemerintah pusat memberikan bantuan stimulan perbaikan rumah di tiga provinsi terdampak, dengan total 9.884 unit rumah Rusak Ringan dan 7.389 unit rumah Rusak Sedang yang tercatat menerima dukungan.
Ia memaparkan bahwa total alokasi anggaran di Provinsi Aceh mencapai sekitar Rp341,5 miliar, di Sumatera Utara sekitar Rp10,8 miliar, dan di Sumatera Barat hampir Rp17,5 miliar sebagai bagian dari komitmen pemulihan nasional.
“Dengan berbagai bantuan ini, diharapkan masyarakat dapat segera memperbaiki rumah secara mandiri dan kembali menjalani kehidupan normal,” pungkas Pratikno.
Penyaluran bantuan ini diharapkan mempercepat proses rehabilitasi rumah warga di Limapuluh Kota, khususnya di wilayah terdampak yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem pada tahun 2025.(*)
Editor : Hendra Efison