Banjir tersebut berdampak pada Jorong Tarantang dan Jorong Lubuak Limpato serta sempat merendam rumah warga dan sejumlah fasilitas umum.
Sekretaris Nagari Tarantang, Adi Putra, mengatakan banjir diperkirakan merupakan kiriman dari wilayah hulu setelah terjadi hujan dengan intensitas tinggi di Jorong Landai, Nagari Harau.
“Dari laporan kepala jorong, sekitar 250 KK terdampak di dua jorong tersebut,” ujarnya.
Rumah Warga dan Sekolah Terdampak
Selain permukiman warga, banjir juga berdampak pada beberapa fasilitas pendidikan di kawasan tersebut.
Tercatat dua sekolah dasar yang berada di masing-masing jorong terdampak, serta satu Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ikut terendam akibat luapan air.
Adi menjelaskan bahwa di wilayah Nagari Tarantang sendiri hanya terjadi gerimis. Namun, curah hujan tinggi di wilayah hulu menyebabkan debit air meningkat dan meluap hingga masuk ke permukiman warga.
Air Masuk Tiba-tiba ke Permukiman
Warga setempat menyebutkan banjir terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 09.00 WIB.
Air dengan cepat masuk ke kawasan permukiman, terutama rumah warga yang berada di sekitar bantaran sungai.
Meski demikian, kondisi banjir dilaporkan tidak berlangsung lama karena air mulai berangsur surut dalam beberapa jam setelah kejadian.
Ketinggian air rata-rata dilaporkan mencapai sekitar 10 sentimeter dengan warna kemerahan.
Warga menyebut kondisi air seperti ini sering terjadi ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu Batang Harau.
Banjir Kiriman Kerap Terjadi
Menurut warga, banjir kiriman dari wilayah hulu tersebut sudah menjadi kejadian yang kerap terjadi setiap kali curah hujan tinggi di daerah hulu.
Pemerintah nagari telah melaporkan kejadian ini kepada pihak terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi langkah penanganan guna mengurangi dampak banjir yang berulang di wilayah tersebut.(*)
Editor : Hendra Efison