PADEK.JAWAPOS.COM -- Hari pertama libur kenaikan kelas sekolah membawa berkah bagi sektor pariwisata di Kabupaten Limapuluh Kota. Sejumlah objek wisata mulai dipadati pengunjung, salah satunya Pemandian Batang Tabik atau yang lebih dikenal dengan Kolam Ibu Batang Tabik di Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak.
Sejak Minggu (21/6), kawasan pemandian yang terkenal dengan kejernihan airnya itu dipenuhi wisatawan lokal maupun luar daerah. Pengunjung dari berbagai usia tampak menikmati kesegaran air yang bersumber langsung dari mata air alami, sementara anak-anak terlihat antusias berenang dan bermain bersama ikan-ikan yang hidup di dalam kolam.
Salah seorang pengunjung asal Kota Bukittinggi, Ade Fitria, 35, mengaku sengaja memilih Batang Tabik sebagai tujuan wisata keluarga saat masa libur sekolah. Menurutnya, kualitas air yang masih alami menjadi alasan utama memilih destinasi tersebut.
Di sini airnya asri dan langsung dari mata air. Berbeda dengan sebagian tempat mandi-mandi lainnya yang airnya sudah dicampur kaporit, ujarnya.
Selain kejernihan air, keberadaan ikan-ikan di dalam kolam juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak yang berlibur bersama keluarga. Anak-anak senang bermain di sini karena ada ikan-ikannya, katanya.
Ade menjelaskan, kawasan pemandian Batang Tabik memiliki tiga kolam dengan fungsi yang berbeda. Salah satunya merupakan kolam khusus anak-anak yang dirancang lebih aman bagi keluarga. Kolam pertama khusus anak-anak dan cukup aman. Kemudian ada kolam untuk orang dewasa yang lebih dalam, jelasnya.
Namun bagi keluarganya, Kolam Ibu yang menjadi ikon kawasan wisata tersebut tetap menjadi favorit. Kolam itu memiliki kedalaman sekitar leher orang dewasa, dilengkapi ikan-ikan yang berenang bebas serta aliran air yang terus mengalir. Kolam Ibu ini menjadi idola saya dan keluarga. Airnya segar karena terus berganti dan suasananya juga nyaman, ungkap Ade.
Selain menawarkan suasana alami, biaya masuk ke kawasan wisata ini juga tergolong terjangkau. Pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sekitar Rp 5.000 per orang. Tadi kami berempat masuk dengan total Rp 20 ribu, tuturnya.
Hal serupa disampaikan Trio, 26, warga Kota Payakumbuh yang mengaku rutin mengunjungi Batang Tabik karena lokasinya yang mudah dijangkau. Saya sudah sering datang ke sini, minimal satu kali dalam sebulan, katanya.
Menurut Trio, perjalanan dari Kota Payakumbuh menuju lokasi wisata hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Tidak jauh dari rumah, paling sekitar 15 menit sudah sampai, ujarnya.
Dari beberapa kolam yang tersedia, ia mengaku lebih menyukai Kolam Ibu karena airnya selalu mengalir sehingga terasa lebih segar. Saya biasanya mandi di Kolam Ibu saja karena airnya selalu berganti, katanya.
Selain tiket masuk yang murah, biaya parkir juga dinilai sangat ramah di kantong pengunjung. Untuk kendaraan roda dua, pengunjung hanya dikenakan tarif parkir Rp 2.000 per motor. Motor juga diparkirkan di bawah tempat pelindung, jadi lebih aman, tambahnya.
Tak hanya menikmati pemandian, banyak pengunjung juga memanfaatkan kesempatan untuk mencicipi aneka kuliner yang dijajakan di sekitar kawasan wisata. Berbagai makanan seperti mi rebus, mi goreng, gorengan, hingga jajanan tradisional menjadi pelengkap suasana liburan.
Biasanya habis berenang kami kulineran. Mungkin karena habis mandi, semua makanan jadi terasa lebih enak, ujar Trio sambil tertawa.
Sementara itu, salah seorang petugas parkir di kawasan Batang Tabik mengatakan peningkatan jumlah pengunjung sudah mulai terlihat sejak Jumat sore dan terus meningkat pada hari pertama masa libur sekolah.
Mulai Jumat sore sudah lebih ramai dibanding hari-hari biasa. Namun tadi pagi memang sangat ramai,katanya.
Menurutnya, jumlah wisatawan yang datang diperkirakan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari normal. Mungkin ada peningkatan sekitar 100 persen dibandingkan hari biasanya, ujarnya. (rid)
Editor : Adriyanto Syafril