Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi sayur dan buah masih tergolong rendah. Padahal, sayur dan buah memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh karena mengandung vitamin, mineral, serat, air, serta antioksidan yang dibutuhkan tubuh.
Konsumsi sayur dan buah secara rutin dapat membantu menjaga metabolisme tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mencegah berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization, konsumsi sayur dan buah yang cukup dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit tidak menular. WHO juga menganjurkan konsumsi minimal 400 gram sayur dan buah setiap hari untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memenuhi kebutuhan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Sayur dan buah diibaratkan sebagai “polisi lalu lintas” dalam tubuh karena membantu mengatur dan menjaga seluruh proses metabolisme agar berjalan lancar.
Vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya berfungsi mengatur kerja organ tubuh. Sementara itu, kandungan serat membantu memperlancar sistem pencernaan sehingga proses penyerapan makanan berjalan dengan baik dan tidak terjadi gangguan pencernaan. Antioksidan dalam sayur dan buah juga berfungsi melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat memicu berbagai penyakit.
Kepala Departemen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas, Dr. Syahrial mengatakan bahwa sayur dan buah memiliki peran penting sebagai pengatur dalam tubuh. Menurutnya, keberadaan sayur dan buah membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan serat harian.
“Fungsi utama vitamin adalah sebagai pengatur dalam tubuh. Jika tubuh kekurangan vitamin dan serat, dampaknya bisa berupa sariawan, sembelit, hingga menurunnya daya tahan tubuh,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa vitamin dan mineral merupakan zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh, seperti vitamin A, C, dan E yang berfungsi menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Meskipun sering dianggap sebagai pelengkap makanan, sayur dan buah memiliki manfaat besar dalam menjaga kesehatan. Kekurangan salah satu unsur gizi tersebut dapat mengganggu fungsi tubuh dalam jangka panjang.
Kebutuhan konsumsi sayur dan buah dapat dipenuhi dari bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Sayuran seperti wortel, bayam, daun singkong, dan labu siam dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan sesuai selera. Sementara itu, buah-buahan seperti jeruk, pepaya, nanas, dan pisang juga kaya akan vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.
Wortel dikenal baik untuk membantu menjaga kesehatan mata karena mengandung vitamin A. Bayam bermanfaat membantu pembentukan sel darah merah karena kaya zat besi. Jeruk mengandung vitamin C yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh, sedangkan pepaya kaya serat yang baik untuk melancarkan sistem pencernaan
“Dengan mengonsumsi sayur dan buah secara rutin, tubuh akan lebih sehat dan kebutuhan gizi harian dapat terpenuhi,” jelasnya.
Sementara itu, ahli gizi Universitas Negeri Padang (UNP) mengatakan Sayur dan buah sering disebut sebagai “polisi tubuh” karena berfungsi menjaga, mengatur, dan melindungi berbagai proses biologis di dalam tubuh. Jika karbohidrat berperan sebagai sumber energi dan protein sebagai zat pembangun, maka sayur dan buah membantu metabolisme tubuh tetap berjalan optimal. Kandungan vitamin, mineral, serat, air, dan antioksidan di dalamnya bekerja menjaga fungsi sel, memperkuat daya tahan tubuh, serta melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Pada tingkat biomolekular, zat gizi dalam sayur dan buah membantu kerja enzim, memperbaiki jaringan, dan menjaga keseimbangan metabolisme tubuh sehingga organ-organ dapat bekerja dengan baik.
Sayur dan buah mengandung berbagai zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh, seperti vitamin, mineral, serat, air, dan antioksidan. Vitamin C membantu meningkatkan sistem imun dan pembentukan kolagen, vitamin A menjaga kesehatan mata dan kulit, sedangkan vitamin E berperan melindungi sel dari kerusakan oksidatif.
“ Selain vitamin, sayur dan buah juga kaya mineral seperti kalium, magnesium, kalsium, dan zat besi yang membantu fungsi saraf, otot, tekanan darah, serta pembentukan sel darah merah,” ujarnya.
Sayur dan buah juga mengandung senyawa bioaktif atau fitonutrien seperti flavonoid, polifenol, beta-karoten, lutein, dan likopen yang memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi bagi tubuh.
Konsumsi sayur dan buah secara rutin membantu menjaga metabolisme tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menurunkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan kanker. Kandungan air dalam buah dan sayur juga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
“Satu porsi sayur dapat berupa satu mangkuk kecil bayam bening, tumis kangkung, atau sayur rebus seperti wortel dan buncis. Sementara satu porsi buah dapat berupa satu buah pisang, satu buah jeruk, satu potong pepaya, atau satu buah apel ukuran sedang, “ ujarnya.
Selain itu, kebutuhan serat orang dewasa sekitar 25 gram per hari pada perempuan dan 30–35 gram per hari pada laki-laki. Kebutuhan ini dapat dipenuhi dari konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Misalnya, satu buah apel mengandung sekitar 4 gram serat, satu buah pir sekitar 5 gram, dan satu mangkuk brokoli rebus sekitar 5 gram serat. (juf/yud)
Editor : Adriyanto Syafril