PADEK.JAWAPOS.COM-Tingginya intensitas curah hujan Rabu pagi, (6/11), menyebabkan ruas jalan nasional di Jalan Raya Tuapejat kilometer 8 amblas dengan diameter sekitar 4 meter x 4 meter. Diduga, gorong-gorong tidak lagi mampu menampung air yang deras akibat hujan tersebut.
Amblasnya badan jalan dengan kedalaman sekitar 3 meter tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas selama beberapa jam. Hingga kini, warga masih mengkhawatirkan kondisi jalan yang amblas karena belum ada penanda khusus yang dipasang.
“Yang kami khawatirkan adalah pengendara yang belum mengetahui kondisi jalan yang amblas ini. Belum ada penanda khusus atau plang yang mengingatkan pengendara untuk menghindari jalan yang amblas,” kata Riki, salah seorang warga di Tuapejat.
Menurut Riki, kondisi jalan tersebut sudah mengkhawatirkan sejak awal tahun karena badan jalan telah menurun dari posisi normal. Dia berharap pemerintah segera menangani masalah ini agar tidak terjadi korban jiwa.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, James, kepada Padang Ekspres pada Rabu siang mengatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan pengamanan sementara dalam waktu dekat.
Dia menyatakan bahwa penyebab amblasnya badan jalan nasional tersebut adalah ketidakmampuan gorong-gorong menampung debit air yang semakin besar.
“Gorong-gorongnya masih ada, namun sudah tidak mampu menampung debit air sekarang yang semakin besar. Oleh karena itu, badan jalan menjadi amblas,” ungkapnya.
James juga menyampaikan bahwa sebelum kejadian amblasnya badan jalan tersebut, pihaknya telah mengusulkan penanganannya. “Sejak kejadian sebelumnya, kami sudah mengusulkan untuk penanganannya,” pungkasnya. (rif)
Editor : Novitri Selvia