PADEK.JAWAPOS.COM-Suasana berbeda terasa di Kelurahan Lambungbukit, Kecamatan Pauh. Di tengah hamparan sawah yang mulai menguning, berdiri sebuah rumah sederhana dengan wajah baru—kokoh, rapi, dan sarat makna kemanusiaan.
Rumah tipe 36 tersebut dibangun oleh PT Semen Padang melalui Forum Nagari setempat, sebagai bagian dari program bedah rumah yang memanfaatkan teknologi inovatif Semen Padang Bata Interlock atau SEPABLOCK.
Pemilik rumah, Alamsyur, 51, tak mampu menyembunyikan rasa haru. Air mata syukur mengalir saat ia berdiri di depan rumah barunya yang kini jauh lebih layak dihuni dibanding sebelumnya.
“Alhamdulillah, sekarang kami punya rumah yang sangat layak huni,” ucap Alamsyur usai menerima kunci rumah secara simbolis.
Baca Juga: UPTD SMA Negeri 3 Solok, Perkuat Karakter Siswa Berbasis Pancasila
Penyerahan rumah tersebut turut disaksikan tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, serta Ketua LPM Syamsul Bahri dan Ketua Forum Nagari Dedi Azhari. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa rumah ini adalah hasil gotong royong dan kepedulian bersama.
Bagi Alamsyur, rumah ini bukan sekadar bangunan fisik. Lebih dari itu, rumah tersebut merupakan jawaban dari doa panjang yang selama ini ia panjatkan di tengah keterbatasan hidup.
“Rumah ini adalah jawaban atas doa-doa panjang yang selama ini kami gantungkan di setiap langkah hidup kami,” ungkapnya.
Baca Juga: SMKN 3 Payakumbuh: Pagi Ceria jadi Pembuka, Perkuat Kurikulum Merdeka
Selama puluhan tahun, Alamsyur bekerja sebagai tukang bangunan harian. Pekerjaan tersebut menuntut tenaga besar, namun tidak memberikan kepastian penghasilan. Ia hanya mendapatkan upah jika ada proyek yang dikerjakan.
Meski hidup dalam keterbatasan, Alamsyur tetap memprioritaskan pendidikan keempat anaknya. Baginya, pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk keluar dari lingkaran kesulitan.
“Kalau untuk makan sehari-hari masih bisa kami atur. Tapi untuk biaya sekolah, itu yang paling utama,” katanya didampingi sang istri, Eza Risandi.
Sebelum mendapatkan bantuan, kondisi rumah lama Alamsyur jauh dari kata layak. Atap rumah bocor di berbagai titik, sehingga setiap hujan turun, keluarga harus memindahkan barang agar tidak basah.
Baca Juga: Daihatsu Tampil di GIICOMVEC 2026, Gran Max Jadi Andalan Solusi Bisnis Pelaku Usaha
Dinding rumah yang belum diplester membuat air mudah merembes masuk, menciptakan kondisi lembap yang tidak sehat. Lantai semen kasar juga menambah ketidaknyamanan, terutama bagi anak-anak.
Yang paling menyulitkan adalah ketiadaan kamar mandi dan WC. Untuk kebutuhan sanitasi, keluarga ini harus menumpang ke rumah tetangga, mengorbankan kenyamanan dan privasi.
Selain itu, rumah sempit tersebut hanya memiliki satu kamar yang digunakan bersama seluruh anggota keluarga, membuat kondisi semakin sesak seiring anak-anak beranjak dewasa.
Baca Juga: Bupati Safni Sikumbang Resmikan Gedung Disdikbud, Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan
Harapan itu akhirnya datang melalui program bedah rumah yang digagas Forum Nagari bersama PT Semen Padang. Setelah melalui proses seleksi, keluarga Alamsyur ditetapkan sebagai penerima bantuan.
Rumah baru dibangun menggunakan teknologi SEPABLOCK, material inovatif yang memungkinkan pembangunan lebih cepat, efisien, dan kokoh. Selama proses pembangunan, Alamsyur menyaksikan langsung perubahan rumah lamanya menjadi hunian yang layak.
“Rasanya seperti mimpi. Saya yang biasanya membangun rumah orang, sekarang dibangunkan rumah oleh PT Semen Padang,” katanya haru.
Baca Juga: Jalan Padangbesi–Bandabuek Rusak Parah, Pengendara Keluhkan Keselamatan
Rumah baru ini kini dilengkapi fasilitas sanitasi yang memadai, serta memberikan kenyamanan bagi anak-anak untuk belajar dan tumbuh dengan lebih baik. “Rumah ini jadi tempat kami untuk bermimpi dan menata masa depan,” ujarnya.
Ketua Forum Nagari Lambungbukit, Dedi Azhari, menjelaskan bahwa program bedah rumah ini telah berjalan selama lima tahun dan melalui seleksi ketat. “Rumah Alamsyur menjadi salah satu yang paling layak menerima bantuan. Ini juga rumah kedua yang dibangun menggunakan teknologi SEPABLOCK,” jelasnya.
Ia berharap dukungan terhadap PT Semen Padang terus meningkat agar program serupa bisa menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.
Baca Juga: Jalan Padangbesi–Bandabuek Rusak Parah, Pengendara Keluhkan Keselamatan
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
“Program ini tidak hanya membangun fisik rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perusahaan terus mendorong pendekatan pembangunan berbasis pemberdayaan dan kolaborasi masyarakat. “Kami ingin setiap program CSR memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya membantu, tetapi juga memperkuat kemandirian masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Preservasi Jalan Padang–Painan–Kambang Dipercepat, Akses Ekonomi dan Pariwisata Kian Lancar
Rumah sebagai Simbol Harapan
Staf TJSL CSR PT Semen Padang, Nurwan, berharap rumah tersebut tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat aktivitas positif keluarga. “Semoga rumah ini menjadi tempat yang penuh keberkahan, tempat belajar, mengaji, dan membangun masa depan,” pesannya.
Kini, rumah sederhana di Lambungbukit itu menyimpan cerita besar—tentang perjuangan seorang ayah, keteguhan keluarga, dan kepedulian yang menjelma menjadi kenyataan. (SAYUDI ADRI PRATAMA—Pauh)
Editor : Novitri Selvia