PADEK.JAWAPOS.COM -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur mengeluarkan laporan berkala mengenai prakiraan cuaca maritim di wilayah perairan Sumatera Barat. Peringatan dini dan prakiraan dinamika cuaca ini berlaku untuk periode 20 Juni 2026 hingga 23 Juni 2026.
Masyarakat, khususnya para nelayan dan operator transportasi laut, diimbau untuk mencermati kondisi cuaca yang tidak menentu, mulai dari potensi hujan ringan, badai petir, hingga fenomena udara kabur.
Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, mengatakan bahwa kondisi perairan di wilayah Sumatera Barat selama tiga hari ke depan akan mengalami variasi cuaca yang cukup signifikan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat yang beraktivitas di laut untuk selalu memantau prakiraan gelombang dan kondisi cuaca terkini. Memastikan kondisi lingkungan yang mendukung sangat penting agar seluruh kegiatan maritim dapat berjalan dengan aman dan nyaman.” ujar Sahat, Jumat (19/6).
Pada periode pembuka 20 Juni 2026 (07.00 WIB) – 21 Juni 2026 (06.00 WIB), kondisi cuaca secara umum diprediksi berada pada rentang berawan hingga terjadi hujan petir. Wilayah Perairan Agam - Pasaman Barat, Perairan Barat Pagai, Perairan Barat Siberut, Perairan Barat Sipora, Perairan Timur Pagai, serta Perairan Timur Sipora dilaporkan menghadapi potensi hujan ringan.
Sementara itu, ancaman hujan yang disertai kilat atau petir patut diwaspadai di kawasan Perairan Padang - Padangpariaman, Perairan Pesisir Selatan, dan Perairan Timur Siberut.
Pergerakan kondisi angin terpantau berembun dari arah Utara menuju Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 8 Knots.
Untuk prakiraan gelombang, tinggi muka air laut berada pada kategori rendah hingga sedang. Namun, potensi tinggi gelombang mencapai 2.5 Meter dianalisis dapat terjadi di sejumlah titik, yaitu wilayah Perairan Barat Pagai, Perairan Barat Siberut, Perairan Barat Sipora, Perairan Timur Pagai, Perairan Timur Siberut, dan Perairan Timur Sipora.
Memasuki hari kedua 21 Juni 2026 (07.00 WIB) – 22 Juni 2026 (06.00 WIB), karakteristik cuaca mengalami pergeseran menjadi cerah berawan hingga berkabut. BMKG mendeteksi adanya potensi kabut yang dapat mengganggu jarak pandang di Perairan Agam - Pasaman Barat, Perairan Barat Siberut, Perairan Pesisir Selatan, serta Perairan Timur Siberut.
Selain kabut tebal, potensi udara kabur juga diprediksi menyelimuti wilayah Perairan Barat Pagai, Perairan Barat Sipora, Perairan Padang - Padangpariaman, dan Perairan Timur Pagai.
Kondisi angin pada periode ini bertiup dari Utara menuju Barat Laut dengan intensitas kecepatan yang sedikit menurun, yakni sekitar 2 hingga 6 Knots.
Meski demikian, ancaman gelombang laut tidak mengalami perubahan. Potensi tinggi gelombang mencapai 2.5 Meter masih mengintai wilayah perairan yang sama, meliputi perairan Barat dan Timur di kawasan Pagai, Siberut, serta Sipora.
Pada hari terakhir pemantauan 22 Juni 2026 (07.00 WIB) – 23 Juni 2026 (06.00 WIB), cuaca diproyeksikan bergerak dari cerah berawan hingga hujan petir. Potensi hujan petir kali ini bergeser ke wilayah Perairan Agam - Pasaman Barat dan Perairan Timur Siberut. Di sisi lain, potensi kabut diperkirakan muncul di Perairan Barat Pagai dan Perairan Timur Pagai.
Adapun potensi hujan ringan diprediksi merata di beberapa area, di antaranya Perairan Barat Siberut, Perairan Barat Sipora, Perairan Padang - Padangpariaman, Perairan Pesisir Selatan, serta Perairan Timur Sipora.
Sirkulasi udara juga mengalami perubahan arah. Kondisi angin diprediksi berembun dari Timur menuju Timur Laut dengan kecepatan yang relatif rendah, berkisar antara 2 hingga 5 Knots.
Untuk aspek keselamatan, estimasi gelombang tetap bertahan pada kategori rendah hingga sedang, dengan kewaspadaan khusus pada potensi tinggi gelombang mencapai 2.5 Meter di enam titik perairan utama (Barat/Timur Pagai, Siberut, dan Sipora).
Selain prakiraan cuaca, BMKG juga merilis informasi pasang surut laut untuk 20 Juni 2026. Pasang laut diperkirakan terjadi pada pukul 07.00–11.00 WIB dan 20.00–00.00 WIB, sedangkan surut laut berlangsung pada pukul 01.00–04.00 WIB serta 14.00–17.00 WIB.
Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan kondisi cuaca dalam keadaan mendukung sebelum melakukan pelayaran agar seluruh aktivitas dapat berjalan dengan aman dan nyaman.
Guna memperoleh pembaruan informasi cuaca maritim yang valid dan terpercaya secara berkala, publik dapat mengakses kanal resmi melalui situs web https://maritim.bmkg.go.id. (cc1)
Editor : Adriyanto Syafril