PADEK.JAWAPOS.COM -- Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Padang pada 24–25 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di ZHM Premier Hotel tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian, memperkuat sinergi, serta merumuskan arah kebijakan dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma, mengatakan Raker tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga momentum penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi antarkampus dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di wilayah Sumatera Barat dan Jambi.
Menurutnya, perkembangan teknologi, kemajuan kecerdasan artifisial (AI), perubahan kebutuhan dunia kerja, hingga tuntutan daya saing bangsa menempatkan perguruan tinggi pada posisi yang semakin strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan penguatan sumber daya manusia.
Karena itu, Raker 2026 mengusung tema "Transformasi Pendidikan Tinggi (PT) melalui Penguatan Tata Kelola Bermutu, Riset Inovatif Berdampak dan Berkelanjutan serta Kolaborasi Strategis PTS".
"Perguruan tinggi tidak lagi hanya dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui riset, inovasi, dan pengabdian yang berdampak nyata," ujar Afdalisma, Rabu (24/6).
Dalam kesempatan tersebut, Afdalisma juga memaparkan perkembangan perguruan tinggi swasta di wilayah kerja LLDIKTI Wilayah X yang meliputi Sumatera Barat dan Jambi. Data tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan strategi peningkatan mutu pendidikan tinggi ke depan.
Selain fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, LLDIKTI Wilayah X juga memperluas kolaborasi lintas wilayah. Pada 2026, LLDIKTI Wilayah X bekerja sama dengan LLDIKTI Wilayah III DKI Jakarta dalam penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kabupaten Agam yang akan melibatkan sekitar 300 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta.
Tidak hanya itu, LLDIKTI Wilayah X juga menginisiasi pembentukan Konsorsium Kampus Sehat Berdampak bersama perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.
Konsorsium tersebut mengusung tema "Kampus Sehat Berdampak: Bergerak Bersama, Menyehatkan Nagari, Membangun Generasi" sebagai upaya memperkuat implementasi tridharma perguruan tinggi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Afdalisma berharap berbagai program kolaboratif yang dirancang dapat memperkuat posisi kampus sebagai agen perubahan dan pembangunan daerah.
"Semoga berbagai kolaborasi yang kita bangun hari ini menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah," katanya.
Ia menegaskan bahwa masa depan pendidikan tinggi tidak dapat dibangun secara individual, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Masa depan pendidikan tinggi tidak dibangun oleh mereka yang berjalan sendiri, tetapi oleh mereka yang mampu bergerak dan bertumbuh bersama. Karena dampak yang besar lahir dari kolaborasi yang kuat," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, mendorong seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk memperkuat kerja sama melalui Konsorsium Kampus Sehat Berdampak guna mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi daerah.
Menurut Fauzan, konsorsium tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga dapat memperkuat tata kelola pendidikan tinggi secara internal.
Ia menjelaskan, konsorsium dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi melalui riset bersama, pembelajaran kolaboratif, hingga pertukaran dosen dan mahasiswa.
"Perguruan tinggi yang kecil bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi yang lebih besar, bahkan dengan perguruan tinggi negeri. Bisa dilakukan pertukaran mahasiswa maupun dosen untuk memperkuat kualitas pembelajaran," ujarnya.
Secara eksternal, lanjut Fauzan, konsorsium diharapkan mampu memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, seperti stunting, kesehatan, pendidikan, hingga isu pembangunan daerah lainnya.
"Kalau berjalan sendiri-sendiri, dampaknya tidak akan terlalu terasa. Tetapi jika dilakukan bersama-sama, maka penyelesaian persoalan seperti stunting dan berbagai masalah lainnya akan lebih cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,”katanya.
Menurut Fauzan, setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda sehingga program yang dijalankan harus disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Karena itu, perguruan tinggi perlu saling melengkapi melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan.
”Orientasinya adalah menyelesaikan problem daerah. Karena setiap daerah berbeda, maka perguruan tinggi harus fleksibel dan saling menopang satu sama lain melalui kolaborasi,” jelasnya.
Melalui Raker 2026 ini, LLDIKTI Wilayah X berharap dapat melahirkan program-program yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berdampak dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Sumatera Barat, Jambi, dan Indonesia secara umum. (yud)
Editor : Adriyanto Syafril