PADEK.JAWAPOS.COM -- Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Padang melalui Jurusan Kesehatan Lingkungan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Kader Menjadi Fasilitator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga” di Kelurahan Aiepacah, Kota Padang.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan agar mampu menjadi fasilitator dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat sekaligus dosen Poltekkes Kemenkes Padang, Awalia Gusti, S.Pd., M.Si, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, Jurusan Kesehatan Lingkungan memiliki tanggung jawab untuk membekali mahasiswa sekaligus memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan melalui berbagai program yang aplikatif.
“Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), khususnya pada aspek pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri oleh masyarakat,” ujar Awalia.
Ia menjelaskan bahwa tenaga sanitasi lingkungan di puskesmas memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh masyarakat.
Oleh karena itu, kader kesehatan diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam menyampaikan edukasi dan pendampingan kepada warga.
Dalam pelatihan tersebut, para kader dibekali pengetahuan dan keterampilan mengelola sampah rumah tangga, terutama sampah organik yang menjadi jenis sampah terbanyak di lingkungan rumah tangga.
Menurut Awalia, sampah organik yang tidak dikelola dengan baik akan mudah membusuk dan menimbulkan berbagai permasalahan, mulai dari pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, hingga menjadi tempat berkembangnya berbagai sumber penyakit seperti diare, demam berdarah, dan tifus.
Berangkat dari hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, tim Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang mengembangkan metode sederhana dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk organik cair yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.
Melalui pelatihan ini, para kader diharapkan mampu menularkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat sehingga sampah organik rumah tangga tidak lagi menjadi limbah, melainkan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman.
Awalia menilai potensi pemanfaatan pupuk organik cair cukup besar di Kelurahan Air Pacah. Sebagian masyarakat diketahui memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman hias maupun tanaman produktif yang dapat menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, di antaranya Puskesmas Airdingin, Pelaksana Harian (Plh) Lurah Aiepacah, tenaga sanitasi lingkungan, penanggung jawab wilayah, kader kesehatan, serta dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang.
Sementara itu, Plh Lurah Aiepacah, Maria Susanti, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya sanitasi yang baik dan pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri.
Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi volume sampah yang dihasilkan rumah tangga, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kelurahan Air Pacah.
Hal senada disampaikan Penanggung Jawab Program Kesehatan Lingkungan Puskesmas Airdingin, Ririn Zalvina, A.Md.KL. Ia menilai kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan Poltekkes Kemenkes Padang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam mengelola sampah rumah tangga.
Ririn berharap ilmu yang diperoleh para kader dapat diterapkan sekaligus disebarluaskan kepada masyarakat binaan sehingga pengelolaan sampah organik dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Salah seorang peserta, Adha, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru melalui pelatihan tersebut. Ia mengatakan materi yang diberikan mudah dipahami dan akan diterapkan di lingkungan tempat tinggalnya.
Menurutnya, pengelolaan sampah organik menjadi pupuk cair merupakan solusi sederhana yang tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi tanaman dan masyarakat sekitar. (rel)
Editor : Adriyanto Syafril