Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kelola Sampah Organik jadi Pupuk Cair, Poltekkes Kemenkes Padang Berdayakan Kader STBM

Adriyanto Syafril • Jumat, 17 Juli 2026 | 08:05 WIB
Poltekkes Kemenkes Padang menggelar Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Kader Menjadi Fasilitator STBM dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga” di Kelurahan Aiepacah, baru-baru ini. (DOK POLTEKKES KEMENKES PADANG)
Poltekkes Kemenkes Padang menggelar Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Kader Menjadi Fasilitator STBM dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga” di Kelurahan Aiepacah, baru-baru ini. (DOK POLTEKKES KEMENKES PADANG)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Padang melalui Jurusan Kesehatan Lingkungan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Kader Menjadi Fasilitator Sanitasi­ Total Berbasis Ma­sya­rakat (ST­BM) dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga” di Kelurahan Aiepacah, Kota Padang.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan ­ka­­­­­­p­­a­­sitas kader kesehatan agar mampu menjadi fasilitator dalam memberikan edukasi ke­pada ma­sya­rakat me­ngenai pengelolaan sam­pah rumah tangga, khususnya sampah organik.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat sekaligus dosen Poltek­kes Kemenkes Padang, Awalia Gusti, S.Pd., M.Si, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni ­pengabdian kepada ma­syarakat.

Menurutnya, Jurusan Ke­sehatan Lingkungan memi­liki tanggung jawab untuk membekali mahasiswa seka­ligus memberdayakan ma­sya­rakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan ling­kungan melalui berbagai program yang aplikatif.

“Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah me­lalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), khu­susnya pada aspek pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri oleh ma­sya­rakat,” ujar Awalia.

Ia menjelaskan bahwa tenaga sanitasi lingkungan di puskesmas memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh masyarakat.

Oleh karena itu, kader ke­se­hatan diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan tenaga kesehatan da­lam menyampaikan edukasi dan pendampingan kepada warga.

Dalam pelatihan tersebut, para kader dibekali pe­ngetahuan dan keterampilan mengelola sampah rumah tangga, terutama sampah organik yang menjadi jenis sampah terbanyak di ling­kungan rumah tangga.

Menurut Awalia, sampah organik yang tidak dikelola dengan baik akan mudah membusuk dan menimbulkan berbagai permasalahan, mulai dari pencemaran ling­kungan, bau tidak sedap, hingga menjadi tempat ber­kembangnya berbagai sumber penyakit seperti diare, demam berdarah, dan tifus.

Berangkat dari hasil pene­litian yang telah dilakukan sebelumnya, tim Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang mengembangkan metode sederhana dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk organik cair yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

Melalui pelatihan ini, para kader diharapkan mampu menularkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat sehingga sampah organik rumah tangga tidak lagi menjadi limbah, melainkan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman.

Awalia menilai potensi pemanfaatan pupuk organik cair cukup besar di Kelurahan Air Pacah. Sebagian ma­sya­rakat diketahui memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman hias maupun tanaman pro­duktif yang dapat menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, di antaranya Pus­kesmas Airdingin, Pelaksana Harian (Plh) Lurah Aiepacah, tenaga sanitasi lingkungan, penanggung jawab wilayah, kader kesehatan, serta dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang.

Sementara itu, Plh Lurah Aiepacah, Maria Susanti, me­nyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan dapat me­ning­katkan pengetahuan ma­syarakat mengenai pen­tingnya sanitasi yang baik dan pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri.

Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi volume sampah yang dihasilkan rumah tangga, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas kesehatan masya­rakat di Kelurahan Air Pacah.

Hal senada disampaikan Penanggung Jawab Program Kesehatan Lingkungan Pus­kesmas Airdingin, Ririn Zalvina, A.Md.KL. Ia menilai kegiatan pengabdian masya­rakat yang dilaksanakan Poltekkes Kemenkes Padang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam mengelola sampah rumah tangga.

Ririn berharap ilmu yang diperoleh para kader dapat diterapkan sekaligus disebarluaskan kepada masyarakat binaan sehingga pengelolaan sampah organik dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Salah seorang peserta, Adha, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru melalui pelatihan tersebut. Ia mengatakan materi yang diberikan mudah dipahami dan akan diterapkan di lingkungan tempat tinggal­nya.

Menurutnya, pengelolaan sampah organik menjadi pupuk cair merupakan solusi sederhana yang tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi tanaman dan masya­rakat sekitar. (rel)

 

Editor : Adriyanto Syafril
Poltekes Kemenkes Padang