PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Nagari Balai Baiak Malai III Koto, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, mulai merealisasikan pembangunan Jalan Usaha Tani yang menghubungkan kawasan Surau Kumbuah menuju Lubuak Tirih di Korong Kampung Tangah. Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi salah satu program prioritas nagari dalam mendukung kelancaran aktivitas pertanian dan peningkatan perekonomian masyarakat setempat.
Proyek pembangunan jalan itu dibiayai sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari (APB Nagari) Tahun Anggaran 2026 dengan total anggaran sebesar Rp77.780.622. Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap pembukaan badan jalan yang dilakukan secara bertahap di lokasi pembangunan.
Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Wali Nagari Balai Baiak Malai III Koto, Abuzanar, turun langsung meninjau pelaksanaan kegiatan di lapangan. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Ketua Badan Musyawarah Nagari (BAMUS) Sukirman, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat bersama jajaran staf pelaksana, serta Tenaga Pendamping Desa.
Berdasarkan spesifikasi teknis, Jalan Usaha Tani tersebut dibangun sepanjang 330 meter dengan lebar 1,20 meter. Pemerintah nagari menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu 25 hari kerja agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat, khususnya para petani di Korong Kampung Tangah dan wilayah sekitarnya.
Wali Nagari Balai Baiak Malai III Koto, Abuzanar, mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah nagari dalam meningkatkan akses pertanian dan memperlancar mobilitas warga.
“Selama ini akses menuju lahan pertanian masyarakat cukup terbatas, terutama saat musim hujan. Dengan adanya Jalan Usaha Tani ini, kami berharap petani lebih mudah mengangkut hasil panen dan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih lancar,” ujar Abuzanar, kemarin.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pertanian menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat nagari. Ia menilai akses jalan yang memadai akan berdampak langsung terhadap efisiensi biaya angkut hasil pertanian serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
“Pemerintah nagari ingin pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jalan ini bukan hanya akses pertanian, tetapi juga dapat membuka konektivitas antarwilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” katanya.
Abuzanar juga menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan ketat selama proses pengerjaan berlangsung. Pengawasan tersebut dilakukan agar kualitas pekerjaan tetap terjaga dan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
“Kami bersama BAMUS, perangkat nagari, serta pendamping desa akan terus memantau pekerjaan di lapangan. Kami ingin pembangunan ini selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik sehingga dana yang digunakan benar-benar tepat sasaran demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Masyarakat setempat menyambut positif pembangunan Jalan Usaha Tani tersebut. Warga berharap keberadaan akses baru itu dapat membantu mempercepat distribusi hasil pertanian sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di Korong Kampung Tangah. (apg)
Editor : Adriyanto Syafril