Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PKAN Latih Generasi Muda Cintai Budaya

Willian. • Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:40 WIB
Wali Nagari Aia Manggih Barat bersama peserta pelatihan seni budaya saat kegiatan pembinaan silek, tari, musik, dan pasambahan dalam rangka mendukung Program Pekan Kreativitas Anak Nagari (PKAN) di Kabupaten Pasaman.
Wali Nagari Aia Manggih Barat bersama peserta pelatihan seni budaya saat kegiatan pembinaan silek, tari, musik, dan pasambahan dalam rangka mendukung Program Pekan Kreativitas Anak Nagari (PKAN) di Kabupaten Pasaman.

PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Nagari Aia Manggih Barat, Kecamatan Lubuk Sikaping, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung dan menyukseskan 10 Program Unggulan Bupati Pasaman, khususnya di bidang Pekan Kreativitas Anak Nagari (PKAN). Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni melalui pelaksanaan pelatihan seni dan budaya bagi generasi muda di nagari tersebut.

Kegiatan yang dipusatkan di sanggar dan lokasi latihan nagari itu meliputi pelatihan silek tradisi, tari daerah, musik tradisional dan modern, hingga pasambahan adat. Program ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu PKK dan Bundo Kanduang sebagai bentuk pelestarian budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.

Wali Nagari Aia Manggih Barat, Afdel Haq,  mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah pengembangan bakat generasi muda, tetapi juga sarana memperkuat karakter serta kecintaan terhadap adat dan budaya daerah.

“Pelatihan ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Nagari terhadap Program Unggulan PKAN. Kami ingin anak-anak nagari memiliki ruang untuk belajar, berkreativitas, sekaligus mencintai budaya sendiri agar tidak tergerus perkembangan zaman,” ujarnya saat memantau jalannya latihan.

Ia menjelaskan, pelatihan silek tradisi diikuti sebanyak 30 peserta anak-anak, tari daerah 45 peserta, musik tradisional dan modern 12 peserta, serta pasambahan anak-anak sebanyak empat orang. Selain itu, pelatihan pasambahan juga melibatkan sekitar 20 peserta dari unsur ibu-ibu PKK dan Bundo Kanduang.

Menurut Afdel Haq, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat nagari.

“Kami sangat bangga melihat semangat anak-anak serta dukungan penuh dari para orang tua. Di tengah derasnya arus digitalisasi, anak-anak kita masih antusias belajar silek, memainkan talempong, menari, hingga mempelajari pasambahan adat. Ini merupakan kebanggaan sekaligus harapan besar bagi masa depan budaya Minangkabau,” katanya.

Suasana latihan yang digelar rutin setiap Sabtu dan Minggu kini menjadi warna tersendiri di Nagari Aia Manggih Barat. Bunyi talempong, lantunan sastra lisan Minangkabau dalam pasambahan, hingga hentakan langkah pesilat cilik menjadi pemandangan yang menghidupkan kembali semangat kebudayaan di tengah masyarakat.

Afdel menambahkan, Pemerintah Nagari Aia Manggih Barat akan terus mendukung keberlanjutan program tersebut sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang kreatif, berprestasi, sekaligus berakar kuat pada nilai adat dan budaya Minangkabau yang berlandaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kreativitas, tetapi juga memahami jati diri, adat, dan nilai budaya Minangkabau,” tutupnya. (wil)

Editor : Adriyanto Syafril
#Nagari Padek