Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bhabinkamtibmas dan Warga Tigobalai Bersihkan Irigasi

Putra Susanto • Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:20 WIB
Bhabinkamtibmas Nagari Tigobalai Brigpol Anna Hababil bersama warga bergotong royong membersihkan material longsor, semak dan kayu yang menyumbat saluran irigasi di Banda Baru, Dusun Basuik, Jorong Cubadaklilin, Kecamatan Matur, Kamis (18/6). Pembersihan dilakukan untuk mengembalikan kelancaran aliran air ke sawah dan ladang masyarakat. (ANIZUR UNTUK PADEK)
Bhabinkamtibmas Nagari Tigobalai Brigpol Anna Hababil bersama warga bergotong royong membersihkan material longsor, semak dan kayu yang menyumbat saluran irigasi di Banda Baru, Dusun Basuik, Jorong Cubadaklilin, Kecamatan Matur, Kamis (18/6). Pembersihan dilakukan untuk mengembalikan kelancaran aliran air ke sawah dan ladang masyarakat. (ANIZUR UNTUK PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Saluran irigasi yang menjadi urat nadi pertanian warga di Nagari Tigobalai, Kecamatan Matur, kembali berfungsi normal setelah dibersihkan secara gotong royong oleh masyarakat bersama Bhabinkamtibmas setempat, Kamis (18/6).

Kegiatan berlangsung di kawasan Banda Baru, Dusun Basuik, Jorong Cubadaklilin. Bhabinkamtibmas Nagari Tigobalai, Brigpol Anna Hababil, ikut turun langsung membersihkan saluran yang dipenuhi semak belukar, ranting kayu, serta material tanah longsor yang menghambat aliran air.

Sejak pagi, warga bahu-membahu menggunakan cangkul, pa­rang, kapak hingga gergaji mesin untuk membuka kembali jalur irigasi yang mengairi sawah dan ladang masyarakat di Jorong Cubadaklilin dan Jorong Sungaibuluah.

Brigpol Anna Hababil mengatakan, keterlibatan aparat kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kebutuhan masyarakat, terutama sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama warga.

“Saluran irigasi ini sangat penting bagi petani. Jika aliran air lancar, aktivitas pertanian masyarakat juga akan berjalan lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, gotong royong tidak hanya bermanfaat untuk me­nyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memperkuat hubungan antara masyarakat dan aparat di nagari.

Ia menilai kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan semacam itu menjadi modal penting dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan di tingkat nagari.

Warga setempat sebelumnya mengeluhkan aliran air yang mulai terganggu akibat sumbatan di sejumlah titik saluran. Kondisi tersebut mendorong masyarakat menggelar gotong royong yang kemudian men­dapat dukungan dari Bhabinkamtibmas.

Setelah pembersihan dilakukan, aliran air kembali mengalir lancar menuju lahan pertanian warga.

Anna juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan merawat saluran irigasi secara berkala agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kalau dirawat bersama, manfaatnya akan dirasakan banyak orang. Budaya gotong royong harus terus dipertahankan,” katanya. (ptr)

Editor : Adriyanto Syafril
#Nagari Padek