Kompany, yang baru saja membawa Burnley terdegradasi dari Liga Premier, telah menandatangani kontrak dengan Bayern hingga tahun 2027.
Mantan kapten Manchester City ini dikabarkan telah menarik perhatian Bayern dengan filosofinya dan kemampuannya berbahasa Jerman dengan fasih.
"Vincent Kompany adalah pelatih kepala baru FC Bayern, menandatangani kontrak hingga 2027," tulis Bayern Munchen di media sosial pada hari Rabu.
Namun, ini adalah pertaruhan bagi kedua belah pihak setelah musim mengecewakan mereka masing-masing. Bayern gagal menjuarai Bundesliga untuk pertama kalinya sejak 2012, sementara reputasi yang dibangun Kompany -yang dikaitkan dengan Tottenham dan Chelsea tahun lalu- di Turf Moor tercoreng dengan finis di peringkat 19.
Kepergian Kompany juga menjadi pukulan telak bagi Burnley. Dewan klub sebelumnya telah menaruh kepercayaan yang besar kepada pelatih asal Belgia itu dan memberinya banyak kekuasaan -terutama dalam urusan rekrutmen pemain.
Namun, hal itu tidak mencegah Kompany dari degradasi setelah menghabiskan lebih dari £90 juta musim panas lalu.
Burnley, yang telah mengonfirmasi kepergian Kompany, menyatakan bahwa mereka memahami ambisi sang pelatih untuk mencari peluang baru di klub sebesar Bayern Munchen.
"Kami awalnya yakin untuk mempertahankan manajer kami, namun dinamika situasi yang berubah membuat hal ini tidak memungkinkan," kata Burnley dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Dailymail.
"Kami memahami daya tarik dan prestise klub seperti Bayern Munchen dan menghormati ambisi Vincent untuk mengeksplorasi peluang baru."
Burnley pun mengucapkan terima kasih atas dedikasi Kompany selama di klub dan berharap yang terbaik untuknya di masa depan.
Mereka juga menyatakan bahwa prioritas saat ini adalah mencari pelatih baru dan memastikan stabilitas serta kesuksesan klub.
Penunjukan Kompany sebagai pelatih Bayern Munchen menjadi kejutan bagi banyak pihak. Pasalnya, Bayern sebelumnya dikaitkan dengan beberapa nama besar seperti Xabi Alonso, Julian Nagelsmann, dan Ralf Rangnick.
Kompany sendiri memiliki reputasi yang beragam. Di satu sisi, dia gagal menyelamatkan Burnley dari degradasi. Di sisi lain, dia dihormati sebagai salah satu bek terbaik di generasinya dan memiliki filosofi sepak bola yang menarik.(*)