PADEK.JAWAPOS.COM-PEMERINTAH Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, menargetkan penyelesaian pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) pada tahun 2026. Proyek ini menjadi salah satu prioritas nasional, dengan fokus utama pada penyambungan ruas tol dari Jambi hingga Riau.
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo, menyatakan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus pada penyelesaian ruas tulang punggung (backbone) dari Aceh hingga Lampung. Proyek ini berada di bawah pengelolaan PT Hutama Karya (Persero).
“Target Jangka Pendek dan Prioritas Utama Dalam jangka pendek, pembangunan difokuskan pada ruas Palembang-Jambi, khususnya ruas Palembang-Betung dan Betung-Jambi,” katanya dikutip melalui YouTube Tollku, pada Senin (18/11).
Kartika berharap kedua ruas tersebut dapat diselesaikan pada tahun 2026. Setelah itu, prioritas akan beralih ke penyambungan ruas Jambi-Pekanbaru, sebagai bagian dari tulang punggung jalan tol di Sumatera.
“Kami akan mengutamakan penyelesaian ruas Jambi-Pekanbaru terlebih dahulu karena bagian ini merupakan sambungan utama dari backbone,” tambah Kartika di kantor Kementerian BUMN, Jakarta.
Untuk diketahui, pembangunan JTTS telah dimulai sejak 2015 dan berjalan sesuai Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2024. Pembangunan ini merupakan revisi dari Perpres Nomor 100 Tahun 2014 tentang percepatan pembangunan jalan tol di Sumatera.
Hingga saat ini, total panjang jalan tol yang telah selesai dan beroperasi mencapai 1.223,5 km, dari total target 2.845 km. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 1.600 km yang perlu diselesaikan.
Pemerintah juga melanjutkan pengembangan JTTS tahap kedua, yang menghubungkan Palembang hingga Jambi-Dumai. Tahap ketiga direncanakan untuk menyambungkan Lampung hingga Aceh sepenuhnya. Selain itu, pengembangan jalan tol penghubung (feeder) juga masuk dalam agenda pembangunan.
Dampak Ekonomi
Hingga Oktober 2024, PT Hutama Karya telah mengoperasikan ruas tol sepanjang 846 km. Sejak pertama kali dioperasikan pada 2017, JTTS telah dilintasi lebih dari satu juta kendaraan setiap harinya, dengan total akumulasi mencapai ratusan juta kendaraan. Pertumbuhan ini terus meningkat seiring bertambahnya ruas tol yang beroperasi.
Misalnya saja di Pematang Panggang-Kayu Agung, Palembang-Indralaya, dan Pekanbaru-Dumai. Dengan selesainya proyek JTTS, diharapkan konektivitas dan mobilitas di Pulau Sumatera dapat semakin meningkat, mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.
Pemerintah mengajak masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan proyek ini, yang menjadi simbol penting pembangunan infrastruktur Indonesia. (apg)
Editor : Novitri Selvia