Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Fly Over Sitinjau Lauik Dibangun 2025: Solusi Tanjakan Ekstrem dan Jalur Rawan Kecelakaan

Randi Zulfahli • Selasa, 17 Desember 2024 | 20:28 WIB

Foto Ilustrasi kegiatan konstruksi, bukan gambar sebenarnya. (Sumber: Kemenkeu)
Foto Ilustrasi kegiatan konstruksi, bukan gambar sebenarnya. (Sumber: Kemenkeu)
PADEK.JAWAPOS.COM-Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik yang menghubungkan Kota Padang dan Kota Solok melalui jalan nasional lintas Lubuk Selasih-Lubuk Kilangan akan dimulai pada 2025.

Proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) ini, bakal menelan anggaran total Rp4 triliun ini bertujuan mengatasi medan tanjakan ekstrem dan meningkatkan keselamatan lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik.

Pembangunan flyover yang bakal menelan anggaran total Rp4 triliun ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat arus distribusi barang, serta memberikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya di kawasan Sitinjau Lauik yang dikenal ekstrem dan rawan kecelakaan.

Kementerian PUPR telah menunjuk PT Hutama Karya (Persero) sebagai pemenang tender proyek KPBU Flyover Sitinjau Lauik melalui Surat Menteri PUPR Nomor PB 0201-Mn/991.

Proyek ini telah memasuki tahap persiapan groundbreaking, dengan truk tronton pengangkut alat berat telah mulai terlihat melintasi jalur Panorama Sitinjau Lauik.

Anggota DPR RI Andre Rosiade menyampaikan bahwa tahap pertama pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik akan dimulai pada 2025 dengan target penyelesaian hingga 2027 di kawasan Panorama 1, menelan anggaran sebesar Rp 2,8 triliun.

Tahap kedua dilanjutkan hingga kawasan Panorama 2 menjelang 2029, dengan anggaran Rp1,8 triliun, sehingga total biaya proyek mencapai Rp4 triliun.

Menurutnya, Kementerian PUPR telah menetapkan PT Hutama Karya (Persero) sebagai pemenang tender untuk proyek flyover atau jembatan layang Sitinjau Lauik di Sumatera Barat ini.

Saat ini, truk-truk tronton besar yang membawa alat berat untuk persiapan groundbreaking proyek ini telah mulai melintasi jalur Sitinjau Lauik.

Andre Rosiade berharap proyek ini dapat segera diresmikan peletak batu pertamanya oleh Presiden Prabowo Subianto sesuai dengan agenda yang disusun oleh pemerintah.

"Mudah-mudahan jadwal Presiden Prabowo cocok, sehingga beliau bisa datang ke Sumatera Barat untuk groundbreaking Fly Over Sitinjau Lauik dan peresmian Pasar Fase VII Kota Padang," ujarnya, Selasa lalu (10/12/2024).

Tingkatkan Kualitas Jalan dan Atasi Jalur Ekstrem

Sebelumnya, Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, Reni Ahiantini menjelaskan bahwa proyek ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas jalan nasional dan mengurangi risiko kecelakaan akibat tanjakan ekstrem di Sitinjau Lauik.

"Selain itu, proyek ini akan memperlancar arus distribusi barang dan mobilitas masyarakat dari Pulau Jawa menuju Kota Padang," jelas Reni Ahiantini, Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, seperti dikutip dari laman Kemenhub.

Reni menjelaskan, jalan lintas Lubuk Selasih-Batas Kota Padang adalah jalur nasional vital yang menghubungkan Kota Padang dan Kota Solok.

Meski memiliki badan jalan yang lebar, jalur ini kerap menjadi titik kemacetan dan rawan kecelakaan, terutama bagi kendaraan berat.

Tanjakan curam memaksa kendaraan berat untuk mengambil sisi jalan yang lebih landai demi mendapatkan momentum saat menanjak.

Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik dirancang untuk mengatasi tantangan tersebut dengan memperbaiki gradien kemiringan jalan yang curam.

Dengan flyover ini, kualitas jalan akan meningkat, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

Selain itu, proyek ini akan mengurangi antrean panjang pada tanjakan Sitinjau Lauik, yang selama ini menjadi kendala dalam distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.

Menurutnya, proyek KPBU Flyover Sitinjau Lauik merupakan proyek atas prakarsa badan usaha (unsolicited) dengan panjang jalan 2,781 km dan masa konsesi selama 12,5 tahun.

Skema pengembalian investasi yang digunakan pada proyek ini berupa pembayaran Availability Payment (AP) dari pemerintah kepada badan usaha.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#jalan nasional #jalan lubuk selasih padang #proyek flyover Sumatera Barat #sumatera barat #solok #Proyek kpbu #tanjakan ekstrem sitinjau lauik #kementerian pupr #Fly Over Sitinjau Lauik #padang #Andre rosiade #Hutama Karya