Pesan mereka, jangan sungkan bertanya dan anak-anak muda yang tertarik terjun ke pertanian harus terus didampingi.
Sudah 13 tahun berlalu sejak Akhmad Fahrizal memutuskan untuk mundur dari jalur karier sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS). Keputusan itu tak pernah ia sesali. Sebaliknya, pilihan menjadi petani justru mendatangkan berkah dan penghasilan yang mencukupi.
Pria kelahiran Jakarta, 5 November 1988, kini memiliki lahan pertanian luas di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Meski markas utamanya tetap berada di kawasan Jagakarsa, Jakarta, Rizal mengelola lahan seluas 1.000 meter persegi yang dipenuhi bibit alpukat Cipedak berbagai ukuran.
“Asal mau tekun dan pantang menyerah, menjadi petani milenial di era sekarang sangat menjanjikan,” katanya saat ditemui Jawa Pos kemarin (4/1).
Hal serupa dirasakan Jelsi Natosa, seorang perempuan muda berusia 25 tahun yang memutuskan berhenti dari pekerjaannya di Surabaya pada 2022 untuk kembali ke kampung halaman di Desa Mukuh, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.
Bermodal lahan sewaan yang ditanami bawang merah, Jelsi kini meraup sukses tak hanya sebagai petani, tetapi juga kreator konten pertanian.
“Ini bukti kalau anak muda jadi petani juga tetap bisa berkarya dan dapat tambahan pemasukan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Cerita inspiratif lainnya datang dari Muhammad Puji Hendriyanto yang sukses mengembangkan kebun kelengkeng varietas Itoh di Grobogan, Jawa Tengah, serta Opik, seorang sarjana teknik elektro di Kabupaten Bandung yang kini menjadi penyuplai jamur tiram ke berbagai restoran di Bandung dan sekitarnya.
Meninggalkan Zona Nyaman untuk Masa Depan
Karier Rizal sebagai penyuluh pertanian di Dinas Pertanian DKI Jakarta sejatinya berjalan mulus. Mulai aktif sejak 2007, ia bahkan sudah menyandang status CPNS pada 2011.
Namun, Rizal memilih mundur demi mengejar mimpinya menjadi petani. “Saat itu belum ada jaminan bakal sukses. Bekal saya hanya pengalaman sebagai penyuluh,” kenangnya.
Kini, kisah-kisah mereka menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian mampu menjadi jalur karier menjanjikan bagi generasi muda. Tantangan dan jatuh bangun yang mereka alami menjadi pelajaran berharga bagi siapa saja yang ingin mengikuti jejak mereka.
Langkah ini juga menjadi cermin bagi Kementerian Pertanian untuk serius mencetak petani milenial melalui program seperti Brigade Pangan. (jpg)
Editor : Hendra Efison