Sepanjang tahun tersebut, jumlah pelanggan yang memanfaatkan program ini bertambah sebanyak 4.935 dengan konsumsi listrik mencapai 47,32 GWh.
Program Electrifying Marine merupakan inisiatif PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan di sektor perikanan dan kelautan. Cakupan layanan ini meliputi kebutuhan listrik kapal saat sandar di pelabuhan, mini cold storage, serta tenaga listrik di dermaga, pelabuhan, Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di seluruh Indonesia.
Dampak positif dari program ini telah dirasakan oleh para pelaku usaha perikanan. Hutagalung, seorang pemilik kapal nelayan di TPI Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, mengungkapkan manfaat besar yang diperoleh sejak kehadiran Anjungan Listrik Mandiri (ALMA) dari PLN pada Juli 2024. Sebelumnya, proses bongkar muat ikan memakan waktu hingga dua jam dengan mengandalkan mesin kapal yang membutuhkan bahan bakar untuk penerangan.
"Setelah menggunakan ALMA, kami tidak perlu lagi menyalakan mesin kapal karena cukup mencolok listrik untuk penerangan selama proses bongkar muat. Ini sangat membantu dalam menekan biaya operasional, bahkan penghematan mencapai 70 persen," ujar Hutagalung.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu M. Faozal, turut memberikan apresiasi terhadap program ini. Ia menilai Electrifying Marine tidak hanya berdampak positif bagi perekonomian masyarakat, tetapi juga bagi kelestarian lingkungan.
"Kami pastinya akan terus mendorong kemudahan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi terbukti bahwa penggunaan listrik ini berdampak positif, baik dari sisi lingkungan maupun efisiensi biaya operasional. Pemerintah akan mendukung pengembangan program ini agar lebih luas," ujarnya pada Maret 2024.
PLN Berkomitmen Tingkatkan Efisiensi dan Keberlanjutan
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan layanan listrik terbaik bagi seluruh pelanggan, termasuk sektor kelautan dan perikanan, guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
"Lewat program Electrifying Marine ini, kami berupaya meningkatkan produktivitas dengan mengurangi biaya operasional bagi pelaku usaha di sektor perikanan serta mengoptimalkan aktivitas pelabuhan. Selain itu, program ini mendorong transformasi bisnis menuju konsep yang lebih ramah lingkungan," ujar Darmawan.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Electrifying Marine sejalan dengan konsep Creating Shared Value (CSV), yang bertujuan menciptakan nilai bersama bagi masyarakat. Dengan program ini, PLN memastikan ketersediaan listrik yang stabil dan lebih murah dibandingkan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Melalui program ini, kami mengajak para pelaku usaha di sektor perikanan untuk beralih menggunakan listrik yang lebih murah dan efisien dibanding BBM. Selain hemat biaya, penggunaan listrik juga lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi yang lebih rendah," kata Darmawan.
Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
PLN berkomitmen terus meningkatkan program Electrifying Marine melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik dari lembaga swasta maupun pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, serta mendorong kemandirian ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Semoga program ini terus membawa manfaat bagi masyarakat luas, sehingga turut berkontribusi pada kesejahteraan, kemandirian ekonomi, dan pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan," pungkas Darmawan.(*)
Editor : Hendra Efison