Kunjungan ini mencakup ruas Tol Bakauheni - Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung - Palembang, yang menjadi jalur utama pemudik dari Lampung hingga Aceh.
Dalam tinjauan pada Jumat (14/3) lalu, Wamen Diana memastikan bahwa Tol Trans Sumatera siap digunakan oleh pemudik meskipun masih ada beberapa ruas yang belum tersambung.
“Meskipun ada beberapa ruas yang belum terhubung, Tol Trans Sumatera tetap menjadi pilihan utama pemudik yang membawa kendaraan pribadi. Keselamatan pemudik tetap menjadi prioritas sesuai dengan semangat ‘Mudik Tenang, Menyenangkan’,” ujar Wamen Diana.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Wamen PUPR meminta percepatan perbaikan jalan di ruas tol maupun jalan nasional.
“Saya minta jalan berlubang segera diperbaiki dan seluruh pekerjaan harus rampung sebelum H-10 Lebaran agar tidak mengganggu arus mudik,” tegasnya.
Selain infrastruktur jalan, Wamen Diana juga menyoroti fasilitas rest area di sepanjang tol.
“Saat mudik, kebersihan toilet dan ketersediaan air harus tetap terjaga. Meskipun jumlah pemudik meningkat, pelayanan di rest area tetap harus optimal,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penghijauan di sepanjang right of way (ROW) ruas tol untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan estetik.
“Saya minta pohon-pohon ditanam agar ada manfaatnya, misalnya tanaman yang bisa dipanen. Ini juga harus disesuaikan dengan kondisi tanah di masing-masing lokasi,” tambahnya.
Selain meninjau jalan tol, Wamen Diana juga mengunjungi Pelabuhan Wika Beton, yang dipersiapkan untuk melayani pemudik pengguna sepeda motor.
“Mudah-mudahan ini bisa membantu mengurangi kepadatan arus mudik dan balik Lebaran 2025,” kata Wamen Diana.(*)
Editor : Heri Sugiarto