Data terbaru ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, setelah dilakukan pengkinian oleh BPBD setempat pada Jumat (11/4) pukul 15.00 WIB.
Gempa yang terjadi pada pukul 22.16 WIB itu berpusat di darat dengan kedalaman 5 kilometer, tepatnya pada koordinat 6.62 Lintang Selatan dan 106.80 Bujur Timur.
Guncangan dirasakan warga selama dua hingga tiga detik dengan intensitas sedang.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di darat dan tergolong sebagai gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake).
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
“Pembangkit Gempa Bogor diduga kuat adalah Sesar Citarik dengan mekanisme geser mengiri (sinistral strike-slip),” ujarnya.
BNPB mencatat gempa berdampak pada 11 kelurahan di empat kecamatan di Kota Bogor serta satu desa di Kabupaten Bogor.
Sebanyak 35 Kepala Keluarga (KK) terdampak, dengan rincian 25 KK di Kota Bogor—satu di antaranya mengalami luka ringan—dan 10 KK di Kabupaten Bogor.
Kerusakan material yang terjadi meliputi 24 unit rumah rusak ringan dan satu unit rumah rusak sedang di Kota Bogor, serta sembilan unit rumah rusak ringan dan satu unit rumah rusak sedang di Kabupaten Bogor.
Selain itu, satu fasilitas pendidikan juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
Wilayah terdampak di Kota Bogor meliputi Kelurahan Kedunghalang di Kecamatan Bogor Utara; Kelurahan Cilendek Timur, Cilendek Barat, Menteng, dan Pasir Jaya di Kecamatan Bogor Barat; Kelurahan Panaragan, Curugmekar, dan Gudang di Kecamatan Bogor Tengah; serta Kelurahan Rancamaya, Muarasari, dan Bondongan di Kecamatan Bogor Selatan. Di Kabupaten Bogor, gempa berdampak pada Desa Cijayanti di Kecamatan Babakan Madang.
"Saat ini, situasi di lokasi gempa telah kembali kondusif. Warga yang sempat mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing," kata Abdul Muhari.
Meski demikian, pemerintah daerah bersama BPBD Kota dan Kabupaten Bogor serta BNPB terus melakukan pemutakhiran data dan penanganan pascagempa secara bertahap, termasuk pemetaan kebutuhan darurat jika diperlukan.
BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang apabila terjadi gempa susulan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang.
"Informasi perkembangan akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi BNPB," tambahnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto