Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banyak Menteri ke Solo, Jubir PDIP Sindir sebagai Loyalitas Ganda

Novitri Selvia • Kamis, 17 April 2025 | 10:45 WIB

BERI KETERANGAN: Jokowi temui media setelah terima perwakilan TPUA, kemarin. Meski memperlihatkan ijazahnya kepada para wartawan, tapi dia melarangnya untuk mempublikasikannya.(A CHRISTIAN/JPG)
BERI KETERANGAN: Jokowi temui media setelah terima perwakilan TPUA, kemarin. Meski memperlihatkan ijazahnya kepada para wartawan, tapi dia melarangnya untuk mempublikasikannya.(A CHRISTIAN/JPG)

PADEK.JAWAPOS.COM-PDI Perjuangan (PDIP) menyentil sejumlah menteri Prabowo Subianto yang bergantian ke rumah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo sebagai bentuk loyalitas ganda. Apalagi, beberapa di antaranya masih menyebut Jokowi sebagai bos.

Juru Bicara (Jubir) PDIP Mohamad Guntur Romli lebih memilih menyebutnya sebagai loyalitas ganda karena manuver sejumlah menteri tersebut tidak menciptakan “matahari kembar”. “Sebab, secara de facto dan de jure presiden saat ini adalah Prabowo Subianto,” katanya kemarin (16/4).

Di antara menteri yang sowan ke Solo dalam momen Lebaran 2025 adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (selengkapnya lihat grafis).

Guntur menilai, mereka yang masih menganggap Jokowi sebagai bos, seperti yang disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, menunjukkan tidak memiliki loyalitas 100 persen kepada Prabowo.

Dia menduga itu terjadi karena masih ada utang budi. “Bisa jadi karena merasa ada utang budi kepada Jokowi atau bisa jadi karena (Jokowi) yang merekomendasikan mereka agar dipilih lagi menjadi menteri,” jelasnya.

PDIP yang merupakan partai pemenang pemilu legislatif termasuk partai yang resminya di luar pemerintahan. Tapi, silaturahmi Lebaran antara Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri membuka peluang partai banteng itu memasukkan kader ke dalam kabinet.

Jika apa yang dia sebut loyalitas ganda itu berlanjut, Guntur khawatir bisa menyebabkan “gerhana matahari politik”.

“Pemimpin yang sesungguhnya atau sang matahari bisa ditutupi oleh objek lain, yakni mantan penguasa yang ingin terus cawe-cawe di orbit kekuasaan, seperti halnya terjadinya gerhana matahari karena ditutupi objek lain (bulan),” tuturnya berilustrasi.

Pada ujungnya, fenomena loyalitas ganda itu berpotensi mengganggu efektivitas pemerintahan Prabowo. Padahal, Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan di dalam dan dari luar negeri.

Sementara itu, Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi menilai tidak ada persoalan terkait silaturahmi tersebut. Apalagi dilakukan di momen Lebaran. “Silaturahmi-silaturahmi Lebaran jangan dibumbui tafsiran politik,” terangnya. (far/ttg/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#Loyalitas Ganda #bahlil lahadalia #pdip #Mohamad Guntur Romli