Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kemenkes: 53 Jamaah Haji Wafat, Sebagian Besar Karena Serangan Jantung

Heri Sugiarto • Minggu, 25 Mei 2025 | 15:18 WIB

Pemeriksaan kesehatan jamaah haji di Tanah Suci. (Foto: Dok. Kemenkes)
Pemeriksaan kesehatan jamaah haji di Tanah Suci. (Foto: Dok. Kemenkes)
PADEK.JAWAPOS.COM-Menjelang hari ke-22 pelaksanaan ibadah haji tahun 2025, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes) mencatat 53 jamaah haji Indonesia wafat di Tanah Suci.

Data kumulatif hingga 23 Mei 2025 ini menunjukkan mayoritas jamaah wafat akibat penyakit jantung.

Dari total jamaah yang meninggal dunia, sebanyak 19 orang diketahui meninggal akibat serangan jantung, yakni penyakit jantung iskemik akut dan shock cardiogenic.

Angka ini menjadi perhatian serius mengingat kondisi fisik jamaah yang rentan terhadap cuaca ekstrem dan padatnya aktivitas selama di Arab Saudi.

“Kami sangat prihatin dengan angka kematian yang terjadi. Belasan jamaah telah berpulang, dan sebagian besar disebabkan oleh penyakit jantung,” ungkap dr. Agus Sulistyawati, Sp.S dari Tim Visitasi Kesehatan saat meninjau jamaah di Sektor 7 Daerah Kerja Mekkah.

Menurutnya, mayoritas jamaah yang wafat memiliki riwayat penyakit jantung dan komorbiditas lain, serta kurang mampu mengontrol aktivitas fisik selama menjalankan ibadah.

Hal ini diperparah dengan kelelahan dan paparan suhu panas ekstrem di lokasi ibadah.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo, turut menyampaikan keprihatinannya dan mengimbau jamaah, khususnya yang lanjut usia (Lansia) atau memiliki penyakit penyerta seperti jantung, hipertensi, dan diabetes, untuk lebih bijak dalam menjalankan ibadah sunah.

“Puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) akan dimulai pada 4 Juni. Dibutuhkan persiapan dan manajemen diri yang baik. Kurangi ibadah sunah yang memerlukan tenaga ekstra seperti umrah berulang, tawaf sunah berkali-kali, serta jalan kaki jarak jauh,” tegas Liliek.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga waktu istirahat, menghindari aktivitas fisik di siang hari yang terik, serta menggunakan alat pelindung diri seperti masker, payung, kacamata hitam, dan alas kaki saat beraktivitas.

Selain itu, jamaah dianjurkan minum air putih atau zam-zam secara bertahap hingga 2 liter per hari dan mengonsumsi oralit sekali sehari untuk mencegah dehidrasi.

“Jamaah yang sakit dan mengonsumsi obat harus disiplin minum obat secara teratur. Periksa kesehatan minimal tiga kali seminggu ke petugas kesehatan. Hindari stres, tetap berpikiran positif, dan perbanyak zikir,” imbuhnya.

Baca Juga: 4 Tipe Kepribadian Langka Ini Dianggap Punya Bakat Alami Jadi Pemimpin dan Inovator

Liliek juga menekankan pentingnya kerja sama antara ketua regu dan sesama jemaah dalam mendampingi Lansia dan jemaah dengan komorbiditas, khususnya yang memiliki riwayat penyakit jantung.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Tujuan kita adalah meraih haji mabrur, dan itu harus dicapai dengan kondisi fisik yang prima,” tandasnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Armuzna #kematian jamaah haji #haji 2025 #penyakit jantung #jamaah haji wafat 2025 #kemenkes #imbauan kesehatan haji #jamaah haji indonesia