Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dahnil Anzar Sentil Pejabat Publik: Kalau Tak Siap Dimaki, Jangan Jadi Pejabat

Hendra Efison • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 22:58 WIB

Dr Dahnil Anzar Simanjuntak (Jawapos.com)
Dr Dahnil Anzar Simanjuntak (Jawapos.com)
PADEK.JAWAPOS.COM—Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Besar Matahari Pagi Indonesia (PB MPI), Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan pejabat publik harus siap menerima kritik keras dari masyarakat.

Pesan itu ia sampaikan menyusul maraknya aksi demonstrasi yang berujung anarkis di Jakarta dan sejumlah daerah.

“Kalau sudah menjadi pejabat, harus siap menjadi objek untuk jadi samsak tinju. Harus siap dikritik dan dimaki. Kalau tidak siap dimaki jangan jadi pejabat publik,” tegas Dahnil saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah (PW) MPI Sumatera Barat periode 2025-2030, di Padang, Sabtu (30/8/2025).

Wakil Ketua Badan Penyelenggaraan Haji ini mengingatkan agar pejabat tidak menanggapi kritik berlebihan. Menurutnya, kritik dan makian harus dijawab dengan empati, bukan dengan memperolok masyarakat.

“Kurang apa Prabowo dimaki dan diejek. Tidak satupun pengejek dan pemaki dikriminalisasi atau dipenjarakan,” ujarnya, mencontohkan sikap Presiden RI Prabowo Subianto yang tetap tenang menghadapi kritik.

Pesan tersebut juga ditujukan kepada pengurus dan anggota MPI. Dahnil menekankan, MPI sebagai wadah lintas latar belakang harus siap menghadapi kritik publik.

“Selama 10 tahun jadi Juru Bicara Prabowo Subianto saya tidak pernah mengeluarkan kata-kata yang membuat orang marah. Kita ini pejabat publik jadi samsak tinju,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam ucapan. “Mereka yang mengkritik, kita dengarkan baik-baik. Perbaiki dengan baik. Ibarat kata orang Minang, ‘Bajalan, caliak-caliak langkah. Bakato, lidah agak-agak’,” katanya.

Dahnil menyinggung kasus di Kabupaten Pati, di mana pernyataan seorang kepala daerah memicu demonstrasi besar. “Dengan satu kata dan gerakan semua tersakiti,” ucapnya.

Selain itu, Dahnil menyampaikan keprihatinan atas meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol), yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis Baracuda milik Brimob saat demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (29/8).

“Saya atas nama PB MPI mengucapkan keprihatinan atas meninggalnya Affan Kurniawan. Saya tegaskan tidak ingin ada tindak kekerasan oleh aparat dalam menghadapi aksi unjuk rasa,” kata Dahnil.

Insiden tersebut memicu aksi demonstrasi lanjutan di berbagai daerah pada Sabtu (30/8). Dahnil menegaskan, pengurus MPI di seluruh wilayah harus mendorong sikap dialogis dan menolak segala bentuk kekerasan dalam menyikapi dinamika politik dan sosial di Indonesia.(*)

Editor : Hendra Efison
#Dahnil Anzar Sentil Pejabat Publik #Tak Siap Dimaki Jangan Jadi Pejabat