Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemerintah Bagikan Smart Digital Screen ke 330 Ribu Sekolah untuk Pendidikan Interaktif

Heri Sugiarto • Jumat, 12 September 2025 | 00:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Margaguna di Jakarta Selatan, pada Kamis, 11 September 2025. (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Margaguna di Jakarta Selatan, pada Kamis, 11 September 2025. (Foto: BPMI Setpres)
PADEK.JAWAPOS.COM-Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Sekolah Rakyat.

Salah satu upaya pemerintah adalah mendistribusikan layar digital pintar atau smart digital screen ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk mendukung pembelajaran jarak jauh dan pemerataan akses pendidikan.

“Sekarang pun kita sudah sebarkan, tapi baru mampu satu sekolah, satu layar digital pintar, istilahnya smart digital screen. Baru mampu satu sekolah satu. Tapi berarti tahun ini kita harapkan 330 ribu sekolah akan dapat,” ujar Presiden Prabowo usai meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Margaguna, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025).

Prabowo menjelaskan, melalui teknologi ini, siswa dapat belajar dari konten terbaik, termasuk animasi dan materi interaktif, serta didukung pembelajaran jarak jauh oleh guru-guru pilihan.

Sistem ini dianggap dapat membantu daerah-daerah yang kekurangan guru atau memiliki keterbatasan tenaga pengajar.

“Ada guru-guru yang terbaik, tiap mata pelajaran kita akan seleksi, mungkin 20–30 guru terbaik, tiap mata pelajaran akan siaran dari studio jarak jauh. Berarti secara teoritis, guru ini bisa bantu semua kelas di seluruh Indonesia,” jelas Presiden.

Selain itu, smart digital screen bersifat interaktif sehingga memungkinkan pengawasan langsung terhadap kegiatan belajar mengajar.

Teknologi ini juga memberi akses fleksibel bagi siswa dan guru untuk mengulang materi kapan saja, termasuk melalui telepon seluler.

“Murid-murid yang nanti kurang ini, bisa ulangi lagi pelajaran, bisa ulangi dan itu bisa juga diakses dari handphone. Semua konten bisa dari handphone. Guru pulang, dia bisa buka. Jadi kita interaktif,” imbuh Presiden.

Pemerintah juga menyiapkan program berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui pelatihan intensif berbasis teknologi.

Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah bahwa pengembangan Sekolah Rakyat bukan sekadar wacana, melainkan upaya nyata yang terus diwujudkan setiap tahun.

“Sekarang sudah ada 100 Sekolah Rakyat riil. Minggu depan, 2 minggu lagi 65. Tahun depan 100 lagi, 100 lagi, 100 lagi. We make the impossible, possible,” tegas Presiden.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#pendidikan interaktif #pendidikan indonesia #pembelajaran jarak jauh #prabowo #pemerataan pendidikan #SRMA Margaguna #akses pendidikan digital #Sekolah Rakyat #presiden prabowo subianto #pelatihan guru #smart digital screen