Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

(1) Atalanta vs PSG (2): Drama di Pengujung Waktu

Novitri Selvia • Jumat, 14 Agustus 2020 | 11:05 WIB
Laga PSG versus Atalanta dimenangkan PSG dengan skor 2-1. (net)
Laga PSG versus Atalanta dimenangkan PSG dengan skor 2-1. (net)
Pertandingan sudah memasuki menit ke-89 dini hari kemarin WIB. Atalanta yang perfomanya cukup apik musim ini sedang unggul 1-0 lewat gol Mario Pasalic (27’). Klub berjuluk La Dea itu pun diambang sejarah terbesar mereka di pentas Eropa. Yakni menembus semifinal Liga Champions 2020-2021.

Sayang, hanya dalam empat menit setelahnya, Paris Saint-Germain yang menjadi lawan Duvan Zapata dan kawan-kawan pada babak perempat final di Estadio da Luz, Lisbon, membuyarkannya. Ini setelah gawang Atalanta yang dikawal Marco Sportiello dijebol Marquinhos (90’) dan Eric Maxim Choupo-Moting (90+3’).

Dilansir Footbal Italia, allenatore Atalanta Gian Piero Gasperini mengakui kebobolan dua gol dipengujung laga seperti itu menyakitkan. “Penyesalan terbesar adalah kami menjadi sangat dekat dan berpikir kami benar-benar mungkin mencapainya (semifinal Liga Champions, red),” kata sang pelatih kepada Sky Sport Italia.

Namun dia mengakui, puas dengan kampanye tim asuhannya di Liga Champions yang hebat dan terus meningkat melawan tim-tim terbaik di Eropa. “Saya hanya bisa berterima kasih kepada para pemain atas semua yang telah mereka lakukan musim ini,” ucap mantan pelatih Inter Milan itu.

Gasperini menyadari, Liga Champions adalah kompetisi yang sangat spesial. Dia pun membaca beberapa waktu yang lalu Jose Mourinho mengatakan itu adalah kompetisi detail. Detail membuat perbedaan ketika game sangat seimbang dan bisa berjalan satu arah atau yang lain.

“Terlepas dari segalanya, kami mencapai menit ke-90 dengan keunggulan. Kami benar-benar siap dalam permainan set, ada peluang Berat Djimsiti, dan bisa bermain lebih baik dalam beberapa serangan balik, tetapi sekali lagi, ini semua adalah detailnya,” katanya.

Kekecewaan dan penyesalan juga tak bisa lepas dari penyerang Atalanta, Mario Pasalic. Tapi dia ingin melihat ke depan dan lebih siap untuk Liga Champions musim depan.
“Kami melakukan semua yang kami bisa, tidak ada keraguan tentang itu, tetapi tim-tim ini memiliki begitu banyak kualitas individu sehingga mereka dapat menyakiti Anda kapan saja,” terangnya.

Sementara itu, kemenangan menjadi kado spesial bagi PSG yang berulang tahun pada 12 Agustus lalu. Meski kesulitan mendapat gol, Pelatih PSG, Thomas Tuchel menegaskan, anak asuhnya pantas ke semifinal . Dan dia tidak pernah merasa tidak akan mencetak gol melawan Atalanta.

“Hari ini (kemarin dini hari hari WIB, red) adalah ulang tahun ke-50 klub, jadi pertandingan seperti ini bersejarah. Kami telah memenangkan empat trofi musim ini dan sekarang ke semifinal,” kata Tuchel kepada RMC Sport, sebagaimana dikutip Football Italia. “Kami pasti tidak akan melupakan hari ini,” imbuhnya.

Terlepas dari kesulitan yang mereka hadapi melawan tim Atalanta yang disatukan dengan biaya yang lebih murah untuk hanya menandatangani Kylian Mbappé, Tuchel selalu percaya diri. “ Kami memainkan pertandingan yang sangat, sangat bagus dan kualifikasi kami ke semifinal benar-benar pantas. Secara alami, ada sedikit keberuntungan, tetapi jika Anda menonton keseluruhan pertandingan, kami pantas untuk lolos,” paparnya. Di semifinal yang akan digelar 19 Agustus mendatang, PSG akan berhadapan dengan pemenang laga RB Leipzig versus Atletico Madrid dini hari tadi. (cip) Editor : Novitri Selvia
#atalanta #liga champions #psg