Tim asuhan Massimiliano Allegri Juventus dikenai hukuman pengurangan 15 poin oleh pengadilan olahraga Italia setelah investigasi mengungkapkan adanya pelanggaran dalam transfer pemain.
Putusan itu lebih keras daripada tuntutan pengurangan sembilan poin yang diminta oleh jaksa pada hari Jumat (20/1/2023).
Pengadilan sepak bola juga memutuskan bahwa mantan Presiden Juventus Andrea Agnelli dilarang memegang jabatan di sepak bola Italia selama 24 bulan.
Larangan yang sama diberikan kepada anggota dewan Juventus lainnya, yang mengundurkan diri secara massal pada November lalu menyusul penyelidikan oleh jaksa penuntut umum Turin atas dugaan pembukuan palsu.
Itu juga memutuskan larangan 30 bulan untuk mantan direktur olahraga Juventus Fabio Paratici, yang sekarang menjadi direktur pelaksana sepak bola di Tottenham. Dapat dipahami bahwa Tottenham mendesak mencari klarifikasi apakah larangan Paratici melampaui Italia.
"Larangan saat ini tidak melarang Paratici untuk bekerja di luar Italia, tetapi FIFA dan UEFA akan diminta menegakkan aturan tersebut untuk kompetisi mereka sendiri," tulis Dailymail.
CEO klub Maurizio Arrivabene telah diberikan larangan dua tahun, sementara mantan wakil ketua Pavel Nedved telah diberikan skorsing delapan bulan.
Juventus membantah melakukan kesalahan. Awalnya klub dibebaskan oleh pengadilan olahraga pada April. Tapi banding dibuat setelah federasi mengumpulkan surat-surat dari jaksa Turin.
Jaksa penuntut menuduh bahwa klub Juventus telah salah merepresentasikan kerugian pada periode antara 2018 dan 2020, khususnya terkait jumlah penjualan pemain.
Juventus dapat mengajukan banding atas keputusan tersebut ke pengadilan olahraga tertinggi Italia dalam Komite Olimpiade Italia.
Hukuman tersebut menjadi bencana bagi Juventus yang kini jadi terpuruk di papan tengah klasemen Serie A.
Juventus membantah melakukan kesalahan dan mengatakan akuntansi mereka telah sesuai dengan standar.
Hukuman itu bisa menghilangkan peluang Juventus bermain di Eropa musim depan. Dengan 20 pertandingan tersisa musim ini, Juventus berada di urutan ketiga Serie A, terpaut 10 poin dari pemimpin klasemen Napoli, yang mengalahkan mereka 5-1 pekan lalu .
Pengurangan poin akan mendorong mereka turun ke papan tengah, di luar tempat untuk kompetisi Eropa.
Seperti dilansir The Guardian, kasus itu muncul 17 tahun setelah skandal wasit "Calciopoli" yang mengakibatkan Juventus, juara Italia 36 kali, diturunkan ke Serie B dan kehilangan dua gelar Serie A.
Di awal pandemi Covid-19, Juventus mengatakan 23 pemain setuju untuk memotong gaji mereka selama empat bulan untuk membantu klub melewati krisis, tetapi jaksa mengklaim para pemain hanya menyerahkan gaji satu bulan.
Kejaksaan Turin juga tampaknya menemukan lebih banyak dugaan pembayaran rahasia kepada mantan pemain Cristiano Ronaldo yang tidak dilaporkan oleh Juventus.(gdn/dym)