Dalam turnamen ini, untuk usia 23 tahun diikuti 14 tim. Dari luar Kota Padang ada dua, yakni Kabupaten Pesisir Selatan dan Solok. Untuk usia 40 tahun, ada 16 tim, dan dari luar Kota Padang, yakni Alahanpanjang.
Total hadiah yang diperebutkan Rp 17,5 juta dan piala bergilir diperebutkan untuk kategori U-23. Sementara di U-40 tahun, total hadiah diperebutkan Rp 17,5 juta dan tidak merebutkan piala bergilir.
“Ini menjadi sebuah gebrakan baru di level Kelurahan Paraklaweh Pulau Aia Nan X X. Karena cakupannya cukup luas dibuka klub-klub yang ada di Sumbar untuk ikut berkontribusi di Palapa Cup. Ini tentunya menimbulkan semangat yang positif baik dari panitia, masyarakat dan juga bagi insan-insan olahraga lainnya,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Padang Padang Heriza Syafani.
Kecamatan Lubukbegalung, kata Herizal, salah satu kecamatan yang cukup rentan dengan tawuran-tawuran remaja. Pihaknya tidak bisa tutup mata, apalagi beberapa hari yang lalu, khususnya di kelurahan ini terjadi tawuran di jembatan Palapa.
Sementara itu, Ketua KONI Padang Yusra mengatakan, kegiatan ini salah satu memancing Pemprov Sumbar agar segera mengangkat pelaksanaan ketetapan Porprov 2023.
Yusra mengatakan, turnamen ini merupakan jawaban bagi atlet-atlet yang menginginkan Porprov digelar.
Ketua Umum Pelaksana Palapa Cup I Yanel Rintan mengatakan turnamen ini salah satu upaya menghindari perbuatan maksiat dan kenakalan remaja terutama narkoba.
Pembukaan turnamen tuan rumah Palapa FC (B) berhadapan dengan Muliza Mobilindo FC, dimenangkan tuan rumah 1-0. Pertandingan cukup apik, ada satu kartu kuning yang dikeluarkan wasit untuk pemain Muliza Mobilindo. (rid) Editor : Novitri Selvia