Berdasarkan rekor pertemuan, Italia diprediksi akan meraih kemenangan. Dalam 4 pertemuan terakhir sejak November 2014, Italia selalu menang atas Albania, dengan catatan mencetak 7 gol dan hanya kebobolan 1 gol.
Namun, dengan sebagian besar skuad asuhan Sylvinho yang bermain di Serie A, Albania mengenal gaya bermain lawannya dengan baik.
Kembali ke Euro setelah melakukan debut final mereka pada tahun 2016, Albania menduduki puncak grup kualifikasi turnamen besar untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Meski finis di bawah Inggris di grup kualifikasi, Italia yang tampil di Euro sebanyak 10 kali tetap diunggulkan. Penyerang Gianluca Scamacca, peraih gelar Liga Europa bersama Atalanta, diharapkan menjadi tumpuan lini depan tim berjuluk Gli Azzurri.
Meski tampil sebagai juara bertahan 2020 dan 1968, Italia tidak lagi memiliki aura tak terkalahkan. Kekalahan mengejutkan dari Makedonia Utara di babak play-off Piala Dunia 2022 menjadi noda. Kualifikasi Euro 2024 pun diwarnai drama.
Setelah dua laga awal kalah dari Inggris dan menang atas Malta, pelatih Roberto Mancini mengundurkan diri.
Penggantinya, Luciano Spalletti, mengawali debut dengan hasil imbang 1-1 melawan Makedonia Utara. Dengan hanya 1 kemenangan dari 3 laga awal, lolos langsung ke Euro 2024 pun terancam.
Untungnya, Italia meraih 3 kemenangan dari 4 laga berikutnya. Hasil imbang tanpa gol melawan Ukraina di laga terakhir grup sudah cukup meloloskan mereka ke putaran Euro 2024.
Persiapan Italia pada Oktober lalu dibayangi skandal taruhan. Polisi mendatangi kamp latihan tim nasional untuk memeriksa Sandro Tonali dan Nicolo Zaniolo. Duo ini kemudian meninggalkan kamp dan Tonali dijatuhi larangan 10 bulan oleh Federasi Sepak Bola Italia.
Gelandang Juventus Nicolo Fagioli juga dijatuhi larangan tujuh bulan setelah dinyatakan bersalah dalam penyelidikan. Namun, dia disebutkan dalam skuad 26 pemain Italia untuk Euro 2024. Dimasukkannya Fagioli menunjukkan kurangnya opsi menyerang Spalletti.
Zaniolo dan penyerang Domenico Berardi absen dari turnamen karena cedera, sementara Marco Verratti dan Lorenzo Insigne tidak lagi bermain sepak bola klub mereka di Eropa dan memudar dari tim nasional.
Cedera telah menghambat kemajuan Federico Chiesa, dengan penyerang Juventus berusia 26 tahun itu belum mendapatkan kembali performa terbaiknya di Euro 2020.
Gianluca Scamacca, yang mencetak 19 gol untuk juara Liga Europa Atalanta musim ini, diperkirakan memimpin lini depan. Tapi, dia hanya mencetak satu gol untuk Italia dalam 15 penampilannya.
Giacomo Raspadori menjadi opsi lain, namun catatan golnya pun tidak terlalu mengesankan. Raspadori hanya berhasil mencetak 12 gol dalam dua musim terakhir.
Dengan minimnya opsi di lini depan, Italia kemungkinan akan mengandalkan kekuatan lini belakang. Sebanyak 11 dari 30 pemain yang dipanggil untuk seleksi awal berposisi sebagai bek.
Empat bek berasal dari Inter Milan, peraih gelar tim dengan pertahanan terbaik di Serie A musim lalu.
Spalletti kemungkinan akan menerapkan formasi tiga bek yang sudah diuji coba pada pertandingan persahabatan Maret 2024 melawan Venezuela dan Ekuador, dengan Italia memenangkan keduanya.
Alessandro Bastoni, Alessandro Buongiorno yang kemungkinan jadi pengganti Acerbi yang cedera, Federico Dimarco, dan Matteo Darmian digadang-gadang sebagai salah satu lini belakang terbaik di Euro 2024.
Spalletti mengakui dalam sebuah wawancara dengan Sky Italia bahwa ada negara lain yang berada di level lebih tinggi dari Italia, namun dia yakin timnya bisa bersaing.
"Target kami adalah pulang dari Jerman dan mendengar orang Italia berkata, 'Kami bangga kepada kalian,'" ujarnya.
Italia berada di grup sulit bersama Spanyol, Kroasia, dan Albania. Bahkan mencapai perempat final akan menjadi pencapaian yang baik bagi Spalletti. Jika Italia mampu meraih gelar juara, mereka akan bergabung dengan Jerman dan Spanyol sebagai tim peraih gelar juara Eropa terbanyak yakni tiga kali.(*)
Prediksi Susunan Pemain Italia dan Albania:
Italia: Donnarumma; Di Lorenzo, Bastoni, Calafiori, Dimarco; Barella, Jorginho; Chiesa, Frattesi, Pellegrini; Scamacca.
Albania: Berisha; Hysaj, Djimsiti, Ajeti, Mitaj; Asllani, Ramadani, Bajrami; Seferi, Asani, Broja.