Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kekalahan Menyesakkan di Tangan Tiongkok, STY Janji Perbaiki Permainan Timnas Indonesia

Novitri Selvia • Kamis, 17 Oktober 2024 | 10:32 WIB
TAK CARI ALASAN: Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong dalam jumpa pers usai kekalahan timnas Indonesia dari Tiongkok pada Selasa (15/10) lalu. (PSSI)
TAK CARI ALASAN: Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong dalam jumpa pers usai kekalahan timnas Indonesia dari Tiongkok pada Selasa (15/10) lalu. (PSSI)

PADEK.JAWAPOS.COM-Tim nasional Indonesia kalah 1-2 oleh Tiongkok di Qingdao Youth Football Stadium (15/10). Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) tidak mau mencari alasan di balik kekalahan itu.

Dia lebih memilih untuk mencari cara agar timnya bisa sesegera mungkin memetik kemenangan perdana dalam ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia grup C.

Pelatih asal Korea Selatan itu mengungkapkan, timnas Indonesia masih memiliki enam pertandingan sisa. Yaitu, melawan Arab Saudi (home), Australia (away), Bahrain (home), Tiongkok (home), serta kandang-tandang menghadapi Jepang.

“Jadi, pertandingan ini (melawan Tiongkok, red) bukanlah akhir. Kami akan mempersiapkan pertandingan berikutnya dengan baik. Dan, menunjukkan kondisi yang lebih baik,” ujarnya.

STY menambahkan, salah satu hal yang akan diperbaiki adalah penyelesaian akhir. Berdasar statistik, timnas Indonesia lebih agresif dalam melepaskan tembakan. Total ada 16 percobaan tembakan dengan 6 shot on target.

Sementara itu, Tiongkok hanya memiliki 5 percobaan tembakan dengan 3 shot on target. Namun, Tiongkok lebih efektif dalam menuntaskan peluang. Hal itu dibuktikan dengan bersarangnya dua gol Tiongkok ke gawang Maarten Paes.

Masing-masing gol dicetak oleh Baihelamu Abuduwaili (23’) dan Yuning Zhang (44’). Sementara itu, satu-satunya gol Indonesia diciptakan Thom Haye pada menit ke-85.

“Dalam pertandingan melawan Tiongkok, kami mampu menjaga aliran permainan yang baik. Tapi, sayangnya, kami tidak mendapatkan banyak peluang untuk menembak. Kami kurang beruntung. Kami akan berusaha keras untuk mengubah penampilan kami di pertandingan berikutnya,” ungkap pelatih 54 tahun tersebut.

Sementara itu, Thom Haye, gelandang timnas Indonesia, menyatakan ketidakpuasannya terhadap cara bermain Tiongkok. Menurut dia, Tiongkok terlalu banyak membuang-buang waktu.

“Mereka tidak bermain sepak bola. Saya merasa sedikit kecewa. Kami bermain melawan tim yang hanya membuang waktu dan terjatuh,” ucap pemain 29 tahun tersebut.

Terlepas dari itu, Haye memastikan timnas Indonesia akan berbenah. Semua lini akan diperkuat. Tidak terkecuali sektor pertahanan. “Kami kebobolan dua gol dengan cara yang terlalu mudah,” tegasnya.

Tak Boleh Tumbang di Kandang

Kekalahan atas Tiongkok ini menyesakkan. Sebab, sebelum bertemu Indonesia, Tiongkok adalah tim yang belum pernah menang. Mereka selalu kalah dalam tiga pertandingan beruntun.

Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif PSSI, menyesalkan hasil itu. Sebab, pertandingan melawan Tiongkok adalah salah satu match yang masuk proyeksi untuk bisa dimenangkan skuad Garuda. Dan, seharusnya Indonesia bisa melakukan itu.

Ya, berdasar statistik, Indonesia mendominasi penguasaan bola. Yaitu, 76 persen berbanding 24 persen. Skuad Merah Putih juga lebih agresif dalam menyerang.

Total ada 16 percobaan tembakan dengan 6 shot on target. Sementara itu, Tiongkok hanya memiliki 5 percobaan tembakan dengan 3 shot on target.

Tapi, Tiongkok lebih efektif dalam menyerang. Hal itu dibuktikan dengan dua gol yang masing-masing dicetak oleh Baihelamu Abuduwaili (23’) dan Yuning Zhang (44’).

Sementara itu, satu-satunya gol Indonesia dicetak Thom Haye pada menit ke-85. Arya memastikan kekalahan itu menjadi bahan evaluasi serius PSSI.

“Kami akan mencari tahu di mana masalahnya? Apa ada yang kurang? Apa ada pemain naturalisasi yang kurang? Nanti juga ada evaluasi dari Badan Tim Nasional (BTN) PSSI. Termasuk kami juga akan meminta laporan Shin Tae-yong (STY). Bagaimana laporannya? Lalu masukannya apa?” ujar Arya di Sekretariat PSSI Pers, GBK Arena, Jakarta, kemarin.

Dari evaluasi tersebut, PSSI ingin timnas Indonesia bisa melewati enam pertandingan sisa ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan hasil baik. Setidaknya, timnas Indonesia tidak boleh kalah di kandang.

Tidak boleh juga seri. Harus menang. Target itu harus bisa dicapai agar peluang skuad Merah Putih untuk menjaga persaingan menuju Piala Dunia 2026 tetap terjaga.

Staf khusus menteri BUMN itu menjelaskan, timnas Indonesia ditargetkan bisa meraup 15 poin dalam ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dan, secara matematis, peluang Indonesia untuk mencapai target itu masih terbuka.

“Kita masih punya empat laga home dan dua pertandingan away. Away-nya tinggal ke Australia dan Jepang. Kesempatan untuk mengejar 15 poin masih ada,” ucap Arya.

Saat ini, Indonesia berada di urutan kelima klasemen sementara grup C dengan perolehan 3 poin.

“Melihat perolehan tim peringkat kedua sampai keempat, selisih poinnya dekat. Australia, Arab Saudi, dan Bahrain sama-sama mengoleksi 5 poin. Sementara Jepang memimpin dengan 10 poin. Artinya, kita masih punya kesempatan untuk mengejar ketertinggalan poin,” beber alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut.

Demi misi itu, Arya menegaskan timnas Indonesia tidak boleh kalah dalam empat laga kandang ke depan. Tepatnya saat menjamu Jepang, Arab Saudi, Bahrain, dan Tiongkok. Jika empat laga itu bisa diselesaikan dengan kemenangan, target 15 poin yang diincar bakal tercapai. (fiq/c17/ali/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#evaluasi timnas #Baihelamu Abuduwaili #indonesia vs tiongkok #tiongkok #piala dunia 2026 #Shin Tae-yong (STY)