Benzema juga mengungkapkan bahwa mantan rekan setimnya, Vinicius Jr., merasa sedih setelah tidak meraih penghargaan bergengsi itu pada ajang yang digelar France Football bersama UEFA.
Hal tersebut disampaikan Benzema saat tampil di program televisi populer Spanyol, El Chiringuito.
Striker Prancis, yang saat ini menjadi kapten klub Liga Pro Saudi Al-Ittihad tersebut, memenangkan Ballon d'Or tahun 2022, dan Lionel Messi di tahun berikutnya.
Menjelang upacara Ballon d'Or, Benzema berharap penghargaan tersebut akan kembali ke Madrid untuk yang ke-13 kalinya.
Vinicius awalnya sempat dijagokan untuk meraih penghargaan sebagai pemain sepak bola pria terbaik dalam upacara Ballon d'Or di Paris awal pekan ini.
Namun, beberapa jam sebelum acara, media seperti RMC melaporkan bahwa pemain Brasil tersebut akan dilewatkan, sementara gelandang Manchester City dan Timnas Spanyol, Rodri, dikabarkan akan keluar sebagai pemenang dan akhirnya terbukti benar.
Hal itu memicu kemarahan besar dari dalam klub. Semua pemain senior dan staf dilaporkan memboikot penghargaan tersebut, termasuk Pelatih Carlo Ancelotti, yang diberi penghargaan Pelatih Terbaik 2024, juga tidak menghadiri acara tersebut.
Saat ditanya soal kontroversi ini di El Chiringuito, Benzema, yang meraih Ballon d'Or pada 2022, berkomentar, "Saya tidak ingin bicara tentang Prancis atau France Football. Bukan hanya tahun ini, tapi tahun lalu juga. Vinicius adalah pemain yang selalu berusaha keras. Bukan hanya mencetak gol, di setiap pertandingan, dia selalu menentukan. Tidak ada yang lebih layak selain Vinicius."
Benzema juga menegaskan bahwa dirinya tidak ada masalah dengan Rodri, yang diakuinya sebagai pemain bagus.
Namun, ia menambahkan, "Tapi saat saya duduk di sofa menonton TV, dia tidak melakukan sesuatu yang membuat saya berkata, 'wow'. Vinicius sudah melakukannya berkali-kali."
Benzema juga mencatat, tahun lalu, saat Real Madrid menjadi juara Eropa, Vinicius menjadi penentu dalam setiap pertandingan.
"Jadi, menurut saya, tidak ada orang lain yang lebih pantas mendapatkannya selain Vinicius," imbuhnya.
Benzema mengungkapkan bahwa dirinya sudah berbicara dengan Vinicius setelah kekecewaan tersebut dan memuji kekuatan mental sang winger.
"Dia kuat secara mental untuk terus bekerja. Saya berbicara dengannya kemarin, dia sedih, dan itu wajar. Sulit ketika semua orang melihatmu sebagai pemenang dan beberapa jam sebelumnya mereka mengatakan bahwa kamu tidak akan menang. Dia orang baik, dia akan bekerja, dan suatu hari nanti dia akan memenangkannya," jelas Benzema.
Vinicius mengatakan dirinya berkomitmen untuk tampil 10 kali lebih baik. Menurutnya, dunia sepak bola bersiap untuk melihat apa yang akan dia tunjukkan ke depannya.
Vini sekarang memulai upayanya untuk Ballon d'Or 2025, tetapi bisa menghadapi persaingan ketat dari pemain muda berbakat FC Barcelona Lamine Yamal yang pada hari Senin lalu menyabet Trofi Kopa untuk pemain muda terbaik di bawah usia 21 tahun.(*)
Editor : Heri Sugiarto