Beberapa pemain kunci Spurs telah kembali berlatih setelah cedera panjang dan berpeluang tampil dalam pertandingan ini.
Penjaga gawang asal Italia, Guglielmo Vicario, yang absen sejak mengalami patah pergelangan kaki dalam kemenangan 4-0 atas Manchester City pada 23 November, telah kembali berlatih penuh.
Pelatih Ange Postecoglou memastikan bahwa Vicario dalam kondisi baik dan siap melanjutkan program latihannya.
“Ini minggu yang baik dalam hal kesehatan dan kebugaran pemain. Beberapa pemain telah mendapat manfaat dari istirahat dan kini kembali berlatih, yang tentu meningkatkan kualitas latihan kami,” ujar Postecoglou.
Selain Vicario, James Maddison juga telah pulih dan siap tampil. Destiny Udogie, Wilson Odobert, dan Brennan Johnson juga kembali bergabung dalam sesi latihan tim utama.
“Maddison siap bermain. Destiny, Wilson, dan Brennan juga dalam kondisi baik, jadi ini minggu latihan yang positif,” tambahnya seperti dilansir dari Dailymail.
Namun, Tottenham masih kehilangan beberapa pemain penting untuk laga kontra Manchester United.
Micky van de Ven mengalami cedera hamstring, Radu Dragusin cedera lutut, Cristian Romero gangguan pada selangkangan, Richarlison cedera betis, Timo Werner cedera hamstring, dan Dominic Solanke cedera lutut.
Sementara itu, Manchester United, yang kini berada di peringkat ke-13 klasemen sementara Liga Inggris, juga menghadapi tekanan besar.
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, mengakui bahwa situasi klub saat ini menuntut peningkatan performa demi menghindari degradasi.
“Saya penggemar berat Ange Postecoglou. Kami menghadapi tantangan yang sama, tetapi saya melatih klub yang lebih besar dengan tekanan lebih besar,” ujar Amorim. “Kami harus menang untuk meningkatkan performa. Tidak ada situasi nyaman di klub ini," imbuhnya.
Manchester United saat ini hanya terpaut 12 poin dari zona degradasi. Amorim memperingatkan para pemainnya agar tidak terbuai oleh rasa aman semu dan menekankan pentingnya meraih kemenangan melawan Spurs.
Laga antara Manchester United dan Tottenham diprediksi akan berlangsung sengit, dengan kedua tim berusaha bangkit dari performa inkonsisten di musim ini.
Rekor Head-to-Head
Tottenham telah mengalahkan United dua kali di semua kompetisi musim ini, 3-0 di Liga Premier dan 4-3 di perempat final Piala EFL.
Sejak musim 1989-1990, Spurs belum pernah mengalahkan Manchester United tiga kali dalam satu musim.
Sementara itu, tim terakhir yang mampu mengalahkan Setan Merah tiga kali dalam satu musim adalah Chelsea pada 2012-2013.
Tottenham juga tidak terkalahkan dalam empat pertandingan Liga Primer terakhirnya melawan United dan berharap bisa menang dua kali atas Setan Merah di liga untuk pertama kalinya sejak musim 1989-1990.
United sendiri telah kebobolan setidaknya dua kali dalam empat pertandingan Liga Primer terakhir melawan Spurs –tim terakhir yang mereka kebobolan beberapa gol dalam lima atau lebih pertandingan liga berturut-turut adalah Arsenal (lima antara tahun 1975 dan 1978).(*)
Editor : Heri Sugiarto