Dalam aturan terbarunya, Kiper kini hanya diperbolehkan memegang bola maksimal 8 detik (sebelumnya 6 detik). Jika melanggar, tim lawan akan diberikan tendangan sudut sebagai hukuman.
Wasit akan menggunakan hitungan mundur visual selama 5 detik untuk memberi peringatan kepada kiper sebelum memberikan hukuman.
Diharapkan aturan ini dapat meningkatkan tempo permainan dan mengurangi frustrasi tim lawan akibat taktik buang waktu yang sering dilakukan oleh kiper, sehingga permainan akan menjadi lebih dinamis dan adil.
Kiper dilarang melakukan tindakan yang mengganggu atau mengintimidasi penendang penalti, seperti menyentuh tiang gawang, mistar, atau jaring gawang.
Kiper juga harus tetap berada di garis gawang hingga bola ditendang. Jika melanggar, penalti akan diulang, dan kiper dapat diberikan kartu kuning.
Kompetisi sekarang dapat menggunakan substitusi pemain tambahan untuk pemain yang mengalami cedera kepala, sesuai protokol yang ditetapkan. Tidak ada sanksi, tetapi tim yang tidak mematuhi protokol dapat dikenai denda oleh penyelenggara kompetisi.
Setiap tim wajib memiliki kapten yang mengenakan ban kapten yang sesuai dengan aturan kompetisi. Kapten bertanggung jawab atas perilaku tim di lapangan. Tim yang tidak memiliki kapten yang sesuai dapat dikenai denda atau peringatan.
Aturan mengenai handball diperjelas. Jika pemain menyentuh bola dengan tangan dalam posisi yang tidak alami dan menguntungkan timnya, maka akan dianggap pelanggaran, terlepas dari niat, sanksinya tendangan bebas atau penalti untuk tim lawan.
Penggunaan Teknologi Garis Gawang (GLT) yaitu Indikasi gol dari teknologi garis gawang harus dikomunikasikan secara otomatis kepada wasit dalam waktu satu detik melalui perangkat resmi.
FIFA juga menginformasikan kepada IFAB tentang uji coba Football Video Support, untuk menguji kamera tubuh yang dikenakan oleh ofisial pertandingan dalam kompetisi FIFA guna mengidentifikasi kemungkinan penggunaan di masa mendatang.
Kamera tubuh tersebut sebagai bagian dari siaran langsung pertandingan, serta sebagai pengembangan standar kualitas dan keselamatan.
Aturan ini telah diuji coba di lebih dari 400 pertandingan di Premier League 2 (kompetisi akademi Inggris), liga di Malta, dan Italia selama musim 2024/2025. Hasilnya menunjukkan bahwa aturan ini efektif dalam mengurangi pelanggaran waktu tanpa memberikan keuntungan berlebihan bagi tim lawan.
Perubahan ini merupakan langkah inovatif dan aturan ini akan mulai berlaku pada musim 2025/2026, dimulai pada bulan Juli 2025. Peraturan baru ini akan berlaku di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, yang akan dimulai pada 14 Juni 2025.
Aturan-aturan ini dirancang untuk meningkatkan keadilan, keselamatan pemain, dan dinamika permainan. Dengan adanya aturan baru ini, diharapkan pertandingan sepak bola menjadi lebih menarik dan kompetitif.(*)
Editor : Hendra Efison