Kedua tim datang dengan misi yang sama: meraih satu-satunya gelar utama yang tersisa musim ini.
Barcelona saat ini memimpin klasemen dan berpeluang memperlebar keunggulan atas Madrid menjadi tujuh poin jika mampu memenangkan laga. Sebaliknya, kemenangan bagi Real akan memangkas jarak menjadi hanya satu poin dan membuka persaingan hingga pekan terakhir.
Meskipun masih terpukul akibat kekalahan dramatis 4-3 dari Inter Milan di semifinal Liga Champions (agregat 7-6), Barcelona berdasarkan catatan Opta, tiba dalam kondisi kompetitif. Mereka tidak terkalahkan dalam 15 laga La Liga terakhir dengan 13 kemenangan dan dua imbang —rekor terbaik Barca sejak musim 2020/2021.
Dari sisi produktivitas, Blaugrana tampil tajam. Mereka telah mencetak 91 gol dari 34 laga La Liga, rekor terbaik mereka sejak 2016/2017 (101 gol). Trio depan Lamine Yamal, Raphinha, dan Robert Lewandowski menjadi andalan. Raphinha tengah dalam musim luar biasa dengan 54 kontribusi gol (32 gol, 22 assist), hanya kalah dari Mohamed Salah di antara pemain di lima liga top Eropa.
Lewandowski, yang baru kembali dari cedera, telah mencetak 40 gol musim ini dan memiliki catatan 11 gol dari 17 laga kontra Madrid — hanya kalah dari Messi (26) dan Suárez (12) di abad ini.
Lamine Yamal, bintang 17 tahun, juga siap mencuri perhatian dunia di El Clasico kali ini, seiring desas-desus bahwa ia sudah pantas disebut sebagai pemain terbaik dunia saat ini.
Secara historis, pelatih Hansi Flick punya rekor sempurna atas Real Madrid, dengan tiga kemenangan dari tiga pertemuan.
Jika menang lagi, ia akan menyamai catatan Pep Guardiola sebagai satu-satunya pelatih yang memenangkan empat El Clasico kompetitif pertamanya.
Di sisi lain, Real Madrid tidak kalah bersemangat. Mereka memenangkan empat laga terakhir di La Liga dan berusaha mencatat kemenangan kelima berturut-turut — sesuatu yang belum mereka lakukan musim ini.
Namun, lini belakang Los Blancos jadi sorotan, setelah kebobolan 33 gol, catatan terburuk mereka sejak 2018/19 (38 gol setelah 34 laga).
Carlo Ancelotti, yang kemungkinan akan meninggalkan Madrid akhir musim ini dan digantikan Xabi Alonso, menghadapi laga emosional. Ia telah menelan 12 kekalahan dari 25 laga vs Barcelona — rekor negatif terbanyaknya melawan satu klub sepanjang karier.
Madrid akan bertumpu pada Kylian Mbappe, yang sudah mencetak 36 gol dari 52 laga musim ini. Jika mencetak satu gol lagi, ia akan menyamai rekor Iván Zamorano sebagai pemain dengan jumlah gol terbanyak di musim debutnya bersama Madrid (37 gol, musim 1992/1993).(*)
Prediksi Susunan Pemain El Clasico 2025:
Barcelona: Szczesny; Eric, Cubarsi, Martinez, Martin; Pedri, De Jong; Yamal, Olmo, Raphinha; Lewandowski.
Real Madrid: Courtois; Vazquez, Tchouameni, Asencio, Garcia; Valverde, Modric; Rodrygo, Bellingham, Vinicius; Mbappe.
Editor : Heri Sugiarto