Hal tersebut disampaikan Guardiola dalam wawancara bersama Reuters, di tengah masa liburnya menjelang Piala Dunia Antarklub.
“Saya ingin sekali berada di Piala Dunia, Euro, Copa América. Saya selalu memikirkan itu. Tapi hal itu tergantung pada banyak sekali faktor. Jika terjadi, bagus. Jika tidak, tidak masalah juga,” ujar Guardiola.
Meskipun memiliki keinginan tersebut, Guardiola menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki rencana untuk meninggalkan Manchester City dalam waktu dekat.
Setelah menjalani musim 2024/2025 tanpa gelar besar, Guardiola bertekad membawa City kembali ke panggung kemenangan Liga Champions.
“Ini soal membuktikan kepada diri saya sendiri bahwa saya bisa melakukannya. Saya tidak ingin merasakan perasaan seperti musim lalu. Karena saat menang, anggur terasa lebih enak, tidur pun lebih nyenyak. Saya belum pernah bertemu pelatih yang kalah dan bisa tidur seperti bayi. Itu tidak ada. Kekhawatiran adalah bagian dari hidup kami,” jelas Guardiola.
Dalam wawancara tersebut, Guardiola juga memberikan komentar mengenai kepindahan Carlo Ancelotti ke Timnas Brasil.
Guardiola mengaku senang atas karier baru pelatih asal Italia tersebut, sekaligus lega karena tak lagi harus menghadapi rival yang kerap mengalahkannya di Liga Champions.
“Saya sangat senang untuknya. Tapi saya juga sangat senang karena dia tidak lagi di Madrid, karena dia selalu mengalahkan saya. Semoga saya tidak perlu menghadapi itu lagi,” ujar Guardiola.
Guardiola dan Ancelotti diketahui beberapa kali bertemu di ajang Liga Champions dalam empat musim terakhir.
Dengan Ancelotti kini menangani Brasil, Guardiola setidaknya untuk sementara tidak akan berhadapan langsung dengan rival beratnya itu di kompetisi antarklub Eropa.(*)
Editor : Heri Sugiarto