Dengan persiapan selama dua minggu, mereka siap memberikan dukungan maksimal untuk tim basket sekolah sekaligus menargetkan gelar Best Suporter tahun ini.
Muhammad Ilham Izzar (17), koordinator koreografi Ultras Grim Lab School, menyatakan bahwa tujuan utama mereka adalah mengharumkan nama sekolah.
“Tentunya kami ingin menjadi suporter terbaik, karena ingin mengharumkan nama sekolah,” ujar Ilham.
Penampilan mereka di tribun GOR Prayoga menampilkan koreografi meriah. Ilham menambahkan bahwa makna dari penampilan tersebut adalah mencerminkan kekompakan di antara anggota suporter.
“Koreografi tersebut kami buat sama-sama, dan itu melambangkan kebersamaan kami,” jelasnya.
Di tribun, Ultras Grim Lab School memadukan sorakan lantang, tepuk tangan kompak, dan atribut sekolah untuk membakar semangat para pemain di lapangan.
Kehadiran mereka tidak hanya menyemarakkan suasana pertandingan, tetapi juga menarik perhatian penonton lain.
Meski persiapan tergolong singkat dibandingkan suporter lain, kekompakan yang terbangun menjadi modal utama untuk tampil percaya diri.
Bagi Ultras Grim Lab School, DBL bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga momen untuk menunjukkan solidaritas siswa.
Ultras Grim Lab School optimis penampilan mereka tahun ini mampu bersaing dengan suporter lain di tribun. “Yang penting kami sudah berusaha maksimal, sisanya kami serahkan pada penilaian,” tutup Ilham.(*)
Editor : Heri Sugiarto