Pertandingan Fantastic Four ini menunjukkan intensitas tinggi dari kedua tim. SMA Don Bosco mampu mempertahankan ritme permainan hingga akhir laga.
Keberhasilan ini menandai kembalinya Don Bosco ke partai puncak ajang basket pelajar bergengsi tersebut.
Pelatih SMA Don Bosco, Novita Wijaya, menyatakan rasa syukur atas kemenangan timnya.
“Ya bersyukur sih karena bisa menang, diberi kemenangan hari ini, back to final lagi. Karena emang mungkin siapa sih yang nggak mau back to final lagi, itu sih senang banget,” ujarnya.
Novita menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras dan disiplin seluruh tim.
“Masuki final, ya pastinya bersyukur ya, senang karena apa yang udah kita latihkan berbuah manis. Sampai ke final itu sangat luar biasa bagi saya, karena kan tahapannya nggak mudah. Dan juga kesehatan jadi yang lain juga dikontrol, mulai pola makannya, istirahat itu yang paling penting,” tambahnya.
Di sisi lain, pelatih SMAN 3 Bukittinggi, Welly Riski Putra, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski gagal melaju ke final.
“Tanggapannya sangat senang bisa melaju ke tahap selanjutnya, dan bisa belajar lagi ke depannya walaupun mungkin hari ini anak-anak pada ke pressure sama game jadi agak menurun kualitasnya,” jelasnya.
Welly menekankan bahwa tidak ada rasa kecewa berlebihan atas hasil ini. “Insya Allah nggak kecewa ya. Masalahnya adik-adik itu tadi berjuang udah lumayan habis-habisan, nggak ada males-males. Jadi rasanya nggak ada kecewa yang terlalu gitu lah. Mungkin belum tahun ini,” pungkasnya.
Dengan hasil ini, SMAN Don Bosco Padang berhak kembali tampil di partai puncak Honda DBL 2025 dan berpeluang mempertahankan tradisi emas mereka.
Untuk lawan di final, SMA Don Bosco menanti hasil pertandingan antara SMA Adabiah 2 Padang vs SMAN 3 Payakumbuh.
Final putri dijadwalkan akan berlangsung dalam dalam beberapa hari ke depan.(*)