Maigus Nasir memberikan apresiasi tinggi atas semangat gotong royong warga yang berhasil mewujudkan pembangunan jalan alternatif tersebut.
Menurutnya, kerja sama masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mendorong percepatan pembangunan kota.
“Mewakili Bapak Wali Kota Padang saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat. Inilah semangat kebersamaan yang harus terus kita gelorakan demi kemajuan Kota Padang ke depan,” ujar Maigus.
Ia menegaskan, pembangunan Kota Padang tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga memerlukan kontribusi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
“Hal ini sejalan dengan visi Kota Padang yakni menggerakkan segala potensi untuk mewujudkan Kota Padang sebagai kota pintar (smart city) dan kota sehat, berlandaskan agama dan budaya menuju kota yang maju dan sejahtera,” ucapnya.
Maigus menambahkan, bersama Wali Kota Padang Fadly Amran, ia berkomitmen menjadikan Padang sebagai kota yang sehat, maju, dan cerdas.
“Alhamdulillah semangat itu sudah terlihat dari pembangunan jalan swadaya masyarakat di Gunung Pangilun ini,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua RW 07 Gunung Pangilun, Helma Gusnita, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan jalan yang sudah lama dinantikan warga.
Ia mengatakan, keberadaan jalan ini memiliki manfaat besar karena menjadi akses alternatif yang menghubungkan Kelurahan Tabing Banda Gadang dengan Kelurahan Gunung Pangilun.
“Jalan ini terwujud berkat swadaya masyarakat. Kami berharap keberadaannya dapat membantu mengurai kemacetan, apalagi kawasan ini dikelilingi banyak fasilitas pendidikan dan perkantoran,” ungkap Helma.
Ia menjelaskan, di sekitar kawasan tersebut terdapat sejumlah instansi dan lembaga pendidikan, di antaranya Kantor BPOM Padang, BKOM dan Pelkes Sumbar, Politeknik Aisyiyah (Polita) Sumbar, Kampus Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang, Kampus STKIP PGRI Padang, serta madrasah negeri seperti MTsN 6, MIN 3, dan MAN 2 Padang.
Peresmian jalan ini turut dihadiri Camat Padang Utara Sa’at, Plt Lurah Gunung Pangilun Yosdeki, Ketua LPM Kelurahan Gunung Pangilun Wahyu Iramana Putra, serta tokoh masyarakat dan unsur terkait lainnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto