Sejak awal pertandingan, atmosfer penuh haru menyelimuti stadion. Messi masuk ke lapangan bersama anak-anaknya dan mendapat sambutan meriah dari puluhan ribu suporter.
Tepuk tangan dan nyanyian penggemar mengiringi setiap sentuhan bolanya.
Gol pertama Argentina tercipta di menit ke-39. Leandro Paredes mengirim umpan terukur kepada Julian Alvarez yang masuk ke kotak penalti.
Alih-alih mengeksekusi langsung, Alvarez memberikan assist kepada Messi. Sang kapten menuntaskannya dengan chip indah melewati kiper Venezuela dan membawa Albiceleste unggul 1-0.
Memasuki babak kedua, Argentina menggandakan keunggulan di menit ke-76. Messi melakukan eksekusi cepat dari tendangan bebas, dilanjutkan umpan silang Nico Gonzalez yang disambut tandukan Lautaro Martinez untuk menambah skor menjadi 2-0.
Beberapa menit berselang, Messi kembali mencatatkan namanya di papan skor. Menerima umpan Thiago Almada, ia dengan mudah menyambar bola di depan gawang untuk memastikan kemenangan Argentina 3-0.
Dengan tambahan dua gol ini, Messi mengoleksi delapan gol dan menjadi pencetak gol terbanyak Kualifikasi Piala Dunia 2026, melewati torehan Luis Díaz.
Messi hampir mencetak hattrick setelah berhasil melambungkan bola melewati kiper lawan, namun gol tersebut dianulir wasit karena offside.
“Bisa mengakhiri dengan cara seperti ini di sini adalah sesuatu yang selalu saya impikan. Bisa berada bersama rakyat saya... Selama bertahun-tahun saya mendapat kasih sayang di Barcelona, tetapi impian saya adalah merasakannya di negara saya sendiri, bersama rakyat saya,” kata Messi usai pertandingan.
Ia juga menambahkan, “Banyak rasa haru, mengetahui bahwa ini adalah laga resmi terakhir saya di sini. Saya telah melalui banyak hal di stadion ini, ada yang baik dan ada yang kurang baik, tetapi selalu menjadi kebahagiaan bermain di depan rakyat kami, apalagi setelah kemenangan.”
Messi pun merefleksikan perjalanan panjangnya bersama Albiceleste. Ia mengakui pernah melalui masa sulit, namun akhirnya meraih sukses besar bersama tim nasional.
Selama dua dekade kariernya, Messi mempersembahkan gelar Piala Dunia 2022 di Qatar, Copa América 2021 di Brasil, Copa América 2024 di Amerika Serikat, serta Finalissima 2022.
Dengan 194 penampilan, Messi menjadi pemain dengan caps terbanyak Argentina sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas.
Terkait masa depannya, Messi belum memastikan apakah akan tampil di Piala Dunia 2026. Ia hanya menegaskan akan menjaga kondisi fisiknya dari hari ke hari. “Yang jelas, hari ini adalah laga resmi terakhir saya di sini. Mulai sekarang, saya akan menjalani hari demi hari, berusaha merasa baik dan jujur dengan diri sendiri. Ketika saya merasa baik, saya menikmatinya. Jika tidak, saya lebih memilih tidak bermain,” ujarnya.
Setelah memastikan posisi puncak klasemen dan tiket ke Piala Dunia 2026, Argentina akan menutup Kualifikasi menghadapi Ekuador di laga tandang pada 9 September mendatang.
Namun, Messi tidak akan ikut serta karena memilih kembali lebih awal ke Inter Miami untuk fokus menghadapi kompetisi Major League Soccer (MLS).
“Saya sudah berbicara dengan pelatih. Kami sepakat lebih baik saya beristirahat. Saya baru pulih dari cedera. Meski sudah fit, lebih baik menghindari perjalanan dan satu pertandingan tambahan, agar bisa mempersiapkan diri untuk hal penting yang akan datang. Kami akan berjuang di MLS, itu adalah target. Saya berharap berada dalam kondisi terbaik,” jelas Messi.(*)
Editor : Heri Sugiarto