Marcus Thuram mencetak dua gol dan terpilih sebagai Player of the Match oleh UEFA.
Ajax sempat menciptakan peluang berbahaya melalui Mika Godts, tapi kiper Inter Yann Sommer melakukan penyelamatan penting.
Setelah penalti yang sempat diberikan kepada Inter dibatalkan VAR, Thuram membuka keunggulan tim tamu.
Di babak kedua, penyerang asal Prancis itu kembali mencetak gol melalui sundulan, memastikan tiga poin untuk Inter.
UEFA Technical Observer Group menyebut Thuram tampil sebagai target man efektif dan menjadi ancaman konstan sepanjang laga.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, menilai timnya menunjukkan kedewasaan dalam laga tandang ini.
“Kami mencoba menetralkan kekuatan Ajax, termasuk umpan-umpan mereka di sepertiga akhir. Kami hanya mengizinkan mereka menguasai bola di area yang nyaman bagi kami,” kata Chivu kepada Sky Sport Italia.
“Kami berusaha menekan di wilayah mereka, merebut bola secepat mungkin, lalu segera melakukan umpan vertikal. Itu berjalan baik. Ini Inter, tim dengan pengalaman, karakter, dan keinginan bangkit dari periode sulit,” tambah Chivu yang pernah menjadi kapten Ajax.
Bek Inter, Manuel Akanji, mengaku puas dengan hasil yang diraih. “Kami sangat senang dengan kemenangan dan clean sheet ini. Dua gol dari situasi bola mati adalah hasil latihan. Itu bisa memberi kami kemenangan dalam pertandingan,” ujar Akanji kepada UEFA.
Akanji juga menyoroti peran penting Sommer. “Jika bola dari Godts masuk, mungkin jalannya pertandingan berbeda. Yann membantu kami banyak dalam momen itu, dan saya senang untuknya,” katanya.
Meski bermain tanpa kapten Lautaro Martínez yang cedera, Akanji menilai lini depan tetap tampil impresif.
“Pio Esposito melakukan pekerjaan bagus saat masuk. Bersama Marcus Thuram, mereka membuat banyak masalah di lini depan. Mereka menahan bola dan saling bekerja sama dengan baik,” tambahnya.
Kemenangan ini menempatkan Inter di papan atas klasemen sementara Liga Champions usai Matchday 1, sementara Ajax masih tanpa poin.(*)
Editor : Heri Sugiarto