Winger FC Barcelona berusia 18 tahun itu dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia di bawah usia 21 tahun oleh penghargaan bergengsi yang diberikan majalah France Football.
Capaian ini menjadikan Yamal sebagai pemain pertama dalam sejarah yang memenangkan Trofi Kopa dua kali beruntun.
Dalam pemilihan tersebut, Yamal mengungguli Desire Doue (Paris Saint-Germain/PSG), Ayyoub Bouaddi (Lille), Joao Neves (PSG), serta Estevao (Palmeiras/Chelsea) yang masuk daftar finalis.
Musim Gemilang
Sepanjang musim 2024–2025, Yamal tampil gemilang dengan kontribusi 18 gol dan 25 assist dalam 55 pertandingan di semua kompetisi.
Yamal berperan penting dalam keberhasilan Barcelona meraih triple winner domestik, yaitu La Liga, Copa del Rey, dan Supercopa de España.
Prestasi ini menjadi babak penting dalam perjalanan karier Yamal yang disebut sebagai “prodigy” sepak bola Spanyol berkat akselerasi kariernya yang sangat cepat.
Luis Enrique Terbaik
Selain penghargaan untuk Yamal, ajang Ballon d’Or 2025 juga memberikan Penghargaan Johan Cruyff kepada Luis Enrique sebagai pelatih terbaik.
Pelatih asal Spanyol tersebut sukses membawa PSG merebut lima trofi musim lalu, termasuk gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Pencapaian itu kian istimewa karena Enrique berhasil membangun ulang tim setelah kepergian Kylian Mbappé, menjadikan PSG tampil dominan di Prancis maupun Eropa.
Pencapaian Yamal dan Enrique di ajang Ballon d’Or 2025 memperkuat dominasi talenta muda dan strategi pelatih asal Spanyol di kancah sepak bola dunia.(*)
Editor : Heri Sugiarto