PADEK.JAWAPOS.COM-Lolos langsung ke Piala Dunia 2026 menjadi target utama timnas Indonesia di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Indonesia akan menghadapi Arab Saudi (9/10) dan Irak (12/10) dini hari.
“Kita harus lolos. Pak Ketum (Erick Thohir) sudah menyampaikan berulang kali agar yang berada di tim ini betul-betul berjuang keras. Ini harga diri bangsa kita,” tegas Manajer Timnas, Sumardji, kemarin.
Menurutnya, apapun harus dilakukan demi mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia. Meski, faktor nonteknis sebelumnya cukup mengganggu. Mulai venue yang tidak netral, wasit asal Kuwait yang ditunjuk memimpin, hingga pembatasan suporter Indonesia.
Terkait update wasit, sampai saat ini belum ada perubahan meski PSSI sudah melayangkan protes resmi. “Kami menginginkan ada perubahan wasit yang betul-betul netral, mungkin dari Eropa atau dari mana saja, yang benar-benar netral,” jelas Sumardji.
Namun, lanjutnya, hingga kini surat keberatan PSSI belum mendapat jawaban. “Kekhawatiran tetap ada, kalau merujuk pada pengalaman pertandingan sebelumnya. Saya tidak bisa menyebutkan, tapi masyarakat Indonesia tahu bagaimana perlakuan perangkat pertandingan ketika kita bermain di sana,” ujarnya.
Soal persiapan, Sumardji menilai waktu yang tersedia lebih ideal dibanding laga-laga sebelumnya. Kali ini tim sudah berkumpul sejak 2 Oktober, sementara laga pertama digelar 9 Oktober.
“Artinya, ada waktu yang cukup untuk latihan sesuai kebutuhan tim. Sebelumnya, bahkan pernah hanya dua hari langsung main,” ungkapnya.
Dia juga menjelaskan alasan tidak menyertakan Marselino Ferdinan, gelandang muda yang sempat mencetak dua gol ke gawang Arab Saudi di ronde ketiga.
“Saya ketemu Lino saat terapi. Dia masih proses penyembuhan hamstring, terakhir cedera saat lawan Lebanon. Saya tanya langsung, untuk nendang keras masih nyeri. Jadi, lebih baik istirahat dulu,” bebernya.
Berangkat Bareng Jamaah Umrah
Sementara itu timnas Indonesia bertolak ke Arab Saudi untuk melakoni ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan menggunakan pesawat reguler kemarin(2/10).
Alhasil, skuad Garuda yang berangkat dari Jakarta satu pesawat dengan jamaah umrah. Kondisi ini berbeda dengan kebiasaan timnas yang biasanya mencarter pesawat.
Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, menjelaskan alasan penggunaan penerbangan reguler.
“Untuk kali ini (pakai reguler) karena tim tidak berangkat lengkap. Tapi kalau nanti lolos ke Piala Dunia, kita pastikan akan carter pesawat dari Arab Saudi ke Indonesia,” ujarnya.
“Mudah-mudahan kita bisa lolos langsung dan bisa pulang charter pesawat bareng-bareng. Lalu kita rayakan bersama di Indonesia. Amin,” sambungnya.
Timnas memang berangkat bergelombang. Kemarin hanya delapan pemain dari Jakarta. Mereka adalah duo Persija Jakarta Rizky Ridho dan Jordi Amat, trio Dewa United Stefano Lilipaly, Egy Maulana Vikri, Ricky Kambuaya, duo Malut United Yakob dan Yance Sayuri, serta kiper Persebaya Surabaya Ernando Ari.
Sementara itu, Ramadhan Sananta langsung terbang dari Malaysia. Empat pemain Persib Bandung, Thom Haye, Eliano Reijnders, Beckham Putra, dan Marc Klok, yang sebelumnya tampil di AFC League Two bergabung dari Bangkok. Sedangkan pemain abroad lainnya langsung menuju Arab Saudi.
Kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata, ikut diberangkatkan pada penerbangan sore. “Tidak bersama-sama karena baru semalam kami putuskan. Jadi ada tambahan Nadeo saja,” jelas Sumardji.
Seluruh pemain akan terkumpul di Jeddah. “Kebetulan Pak Pelatih (Patrick Kluivert) dan ofisial sudah lebih dulu di sana. Besok (Jumat) mulai tes medis untuk pemain yang sudah datang,” tambahnya. Setelah itu, timnas dijadwalkan langsung masuk ke program latihan sesuai agenda yang sudah disusun. (raf/ali/jpg)
Editor : Novitri Selvia