Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gerrard: Generasi Emas Three Lions Pecundang Egois, Timnas Inggris Dekade 2000-an tak Pernah Juara

Eri Mardinal • Kamis, 9 Oktober 2025 | 06:00 WIB

Steven Gerrard membuat pengakuan mengejutkan tentang timnas Inggris dekade 2000-an.
Steven Gerrard membuat pengakuan mengejutkan tentang timnas Inggris dekade 2000-an.
PADEK.JAWAPOS.COM—Steven Gerrard membuat pengakuan mengejutkan tentang timnas Inggris dekade 2000-an. Timnas The Three Lions yang dianggap sebagai generasi emas tersebut disebut Gerrard tidak pernah bisa berprestasi alias juara karena para pemainnya tidak bisa akur.

Hal itu diungkapkan mantan gelandang sekaligus kapten Liverpool FC itu dalam siniar Rio Ferdinand, mantan rekannya di Three Lions. Gerrard yang mencatatkan 114 caps dan 21 gol selama periode 2000 sampai 2014 itu mengungkap adanya masalah rivalitas antarklub dan kurangnya semangat kebersamaan yang telah menggerogoti skuad yang dihuni David James, Gary Neville, Jamie Carragher, Ferdinand, John Terry, Ashley Cole, David Beckham, Gerrard, Frank Lampard, Paul Scholes, Wayne Rooney, dan Michael Owen tersebut. ”Aku pikir kami semua adalah para pecundang egois (egotistical losers),” kata Stevie G – sapaan akrab Gerrard.

Pria 45 tahun itu mendasarkan penilaian kejamnya itu pada apa yang diamatinya sekarang. Dia merasa heran melihat bagaimana Carragher kini bisa duduk bersebelahan dan bersahabat dengan Scholes atau Neville di studio TV. Sebuah keakraban yang menurutnya tidak pernah ada saat mereka masih aktif bermain bersama di timnas.

”Kenapa kita tidak bisa terhubung saat kita berusia 20, 21, 22, 23 tahun? Apakah itu karena ego? Apakah itu karena rivalitas?” tanya Gerrard dengan nada retoris.

”Kami bukan tim. Kami hanya sekelompok individu berbakat dan tidak pernah seperti itu (jadi sebuah tim),” imbuhnya.

Terbawa Rivalitas Klub

Menurut pengakuan Gerrard, akar utama dari kegagalan generasi emas The Three Lions adalah ketidakmampuan para pemain bintang saat itu untuk menaggalkan rivalitas sengit di level klub saat bersama di timnas. Saat itu, diakui Gerarrd ada ”geng-gengan” mengacu asal klub mereka.

Ada blok LFC yang dihuni Gerrard, Owen, dan Carragher. Blok Manchester United yang terdiri dari Ferdinand, Neville, Scholes, Beckham, dan Rooney. Sementara dari blok Chelsea adalah Terry, Lampard, Cole (Ashley maupun Joe). ”Ada kepahitan. Ya, kebencian, sedikit kebencian,” ucap mantan pelatih Rangers, Aston Villa, dan Al-Ettifaq Club tersebut.

Rivalitas antarblok itu disebut berdampak langsung di atas lapangan. Contoh paling terkenal adalah kegagalan abadi duet Gerrard dan Lampard di lini tengah. Tidak ada pelatih The Three Lions yang bisa memadukan Stevie G dengan Super Frankie – julukan Lampard. Dari mendiang Sven-Goran Eriksson, Fabio Capello, maupun saat dijabat interim oleh Steve McClaren.

”Hal yang paling membuatku frustrasi tentang perdebatan itu, yang juga aku sering dengar: ’Kenapa tidak ada seseorang (pelatih timnas) dalam periode tersebut yang membuat kami bisa bekerja sama’?” tuturnya.

Tidak Nyaman di Kamp Pelatihan

Ada pula pengakuan paling mengejutkan dan mungkin paling menyedihkan dari Gerrard saat di kamp pelatihan Three Lions. Gerrard mengaku sangat benci berada di dalam kamar hotel yang terasa mengurung dan membuatnya merasa sangat sendirian.

”Aku menyukai sesi latihan. Tetapi, itu hanya 90 menit setiap hari. Setelah itu, aku di kamar selama tujuh jam, sendirian. Aku tidak merasa menjadi bagian dari sebuah tim maupun terkoneksi dengan rekan setimku,” beber kapten Three Lions di Piala Dunia 2012 dan Euro 2014 tersebut. (*)

 

Editor : Eri Mardinal
#Steven Gerrard #Timnas Inggris #Three Lions #Generasi Emas