Momentum melawan tim tamu Bhayangkara Presisi Lampung FC, hari ini di Stadion H. Agus Salim Padang, tentunya bisa dikatakan sebagai ajang ”pembuktian” bahwasanya keputusan mengganti pelatih adalah hal yang benar, meskipun tidak ada yang instan dalam sepakbola.
Pertandingan ini pun juga diharapkan bisa menjadi langkah awal tim Kabau Sirah—julukan Semen Padang FC—untuk bisa merangkak naik di papan klasemen agar terhindar dari zona degradasi. Saat ini, Semen Padang FC berada di dasar klasemen dengan mengumpulkan 4 poin dari 7 pertandingan.
Namun meskipun sudah resmi menakhodai Semen Padang FC, Dejan Antonic belum bisa berada di pinggir lapangan, lantaran masih terkendala urusan administrasi. Untuk sementara waktu, Asisten Pelatih, FX. Yanuar, ditunjuk sebagai caretaker, mendampingi para pemain di lapangan.
“Jadi coach Dejan belum bisa mendampingi tim pada pertandingan besok (hari ini) karena ada masalah administrasi,” kata FX. Yanuar pada konferensi pers jelang pertandingan, Minggu (19/10).
Yanuar mengatakan, secara umum para pemain sudah melakukan berbagai persiapan dengan matang, apalagi waktu libur liga selama dua minggu dimanfaatkan untuk mengevaluasi dan memperbaiki kekurangan yang dilakukan pada laga-laga sebelumnya.
“Kamu sudah melakukan evaluasi secara tim maupun individu pemain. Kami berharap bisa memperbaiki setiap kesalahan dan siap untuk menghadapi Bhayangkara FC, dan menjadi titik balik kami,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun coach Dejan Antonic belum bisa mendampingi tim, namun dia selalu memberikan masukan dan motivasi untuk tidak menyerah pada setiap pertandingan kepada para pemain.
“Pastinya ada pendekatan yang berbeda dari pelatih sebelumnya dengan pelatih saat ini. Namun yang penting adalah kami senang karena kehadiran coach Dejan dalam latihan memberikan motivasi kepada para pemain. Mudah-mudahan juga berimbas pada pertandingan dan hasilnya nanti,” ujarnya.
Untuk kondisi para pemain saat ini FX Yanuar mengungkapkan, semua pemain bisa dimainkan dan tidak mendapatkan hukuman kartu, kecuali para pemain yang sejak awal liga bergulir mengalami cedera, yakni Ronaldo Kwateh dan Teguh.
Di sisi lain, melihat tim The Guardians—julukan Bhayangkara Presisi Lampung FC—FX. Yanuar menyebutkan, jika dilihat dari hasil kedua tim saat ini, memang belum menunjukkan performa yang baik. Semen Padang FC di dasar klasemen, tapi hanya berjarak 4 poin saja dari Bhayangkara FC. Artinya jika Semen Padang FC bisa menang, maka selisih poin terpangkas tinggal satu saja.
“Kalau kami lihat permainan lawan, mereka memiliki kekuatan bermain secara vertikal. Itu yang harus kami waspadai pada pertandingan nanti. Selain itu mereka juga banyak physical play, dan kami harus cepat beradaptasi dengan permainan mereka itu,” ungkapnya.
Sementara itu, pemain belakang Semen Padang FC, Zidane Pramudya Afandi menambahkan, selama dua minggu ini para pemain sudah melakukan persiapan yang terbaik, mulai dari latihan dan mempelajari setiap kesalahan yang dilakukan pada pertandingan sebelumnya.
“Dengan adanya pergantian pelatih, menurut kami para pemain tidak terlalu berpengaruh, karena kemistri bisa langsung dibangun. Mudah-mudahan kami bisa menampilkan permainan yang terbaik,” pungkasnya.
Terpisah, Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster mengatakan, pada pertandingan nanti meskipun tim lawan mengalami hasil buruk, dirinya tidak pernah meremehkan Semen Padang FC.
“Kami tahu Semen Padang FC sebagai tim, mereka punya pelatih baru. Saya tidak pernah meremehkan tim mana pun. Setiap laga selalu jadi tantangan tersendiri, dan kami siap berjuang untuk besok (hari ini),” jelasnya.
Sementara itu, terkait rekor pertemuan Bhayangkara FC yang unggul atas Semen Padang FC dalam beberapa musim terakhir, Munster menegaskan bahwa dirinya tidak ingin melihat ke belakang dan hanya akan fokus menghadapi pada pertandingan nanti. (adt)
Editor : Adetio Purtama