Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Brasil U-17 vs Indonesia U-17: BERAT, TAPI TIDAK BERARTI TANPA KANS KEJUTAN

Novitri Selvia • Jumat, 7 November 2025 | 12:21 WIB

Evandra Florasta.(TIM MEDIA PSSI)
Evandra Florasta.(TIM MEDIA PSSI)

PADEK.JAWAPOS.COM-Lulinha masih mengingat betul betapa kerasnya persaingan yang dia hadapi agar bisa masuk skuad U-17 Brasil. Bahwa dirinya pernah membela Selecao U-15 sama sekali tidak bisa menjadi jaminan.

“Sebab, Brasil punya kompetisi berjenjang dari usia dini sampai senior. Karena itu, Brasil punya banyak stok pemain berkualitas di semua kelompok umur,” kata winger Madura United yang masuk skuad Brasil U-17 di Piala Dunia U-17 2007 itu kepada Jawa Pos (grup Padang Ekspres) kemarin (6/11).

Limpahan bakat yang terbina baik, lanjut Lulinha, ditambah tradisi kuat di lapangan hijau, membuat Brasil selalu menjadi unggulan, tak terkecuali di Piala Dunia U-17.

Karena itu, meski turut senang Indonesia U-17 lolos ke Piala Dunia U-17, dia memperkirakan tim asuhan Nova Arianto bakal tidak mudah meladeni Brasil malam ini WIB di Al Rayyan, Qatar.

“Ini langkah sangat penting bagi sepak bola di Indonesia. Bisa berkesempatan memberikan pengalaman berharga untuk para pemain muda demi karier mereka dimasa depan. Tapi, Brasil punya skuad bagus,” katanya.

Apalagi, di laga pertama Grup C, hasil kedua tim sangat kontras. Garuda Muda takluk 1-3 dari Zambia, sedangkan Selecao Junior menghajar Honduras 7-0.

Penguasaan bola Brasil juga sangat dominan, 71 persen berbanding 29 persen, serta membukukan 20 tembakan, 10 di antaranya on target.

Fokus dan Kedisiplinan Melawan Brasil, Nova meminta semua anak buahnya fokus pada strategi yang disiapkan. Hal tersebut, menurutnya, menjadi titik lemah saat kalah dari Zambia.

Salah satu hal yang dia sukai dari tim asuhannya adalah kedisiplinan. Sejak awal Nova beserta jajaran kepelatihan meminta para pemain tidak bermain media sosial. “Dan, saya bisa melihat mereka mematuhinya,” ucapnya.

Mauricio Souza, pelatih Persija Jakarta asal Brasil, melihat, meski di atas kertas berat, masih terbuka kemungkinan Merah Putih menciptakan kejutan.

“Negara dengan tradisi kuat dan nama besar tak ada artinya jika di lapangan tidak bisa memberikan performa terbaik, secara individu maupun secara tim,” katanya.

Di sisi lain, pelatih Brasil U-17 Dudu Patetuci meminta pasukannya tidak besar kepala dan meremehkan Indonesia U-17. (rid/raf/ttg/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#Piala Dunia U-17 #Indonesia U-17 #brasil u-17 #Lulinha