SSB yang berdiri sejak 1981 ini merupakan salah satu sekolah sepak bola tertua di Kota Payakumbuh.
SSB Mandala bermula dari PS Mandala Labuh Baru Payakumbuh, kemudian berkembang menjadi Mandala FC, hingga kini dikenal sebagai SSB Mandala Payakumbuh.
Pembinaan difokuskan pada pembentukan karakter pemain serta peningkatan kemampuan teknik dasar sepak bola sejak usia dini.
Saat ini, SSB Mandala Payakumbuh membina lima kelompok umur, yaitu KU-8, KU-10, KU-12, KU-13, dan KU-15, yang masing-masing ditangani pelatih kepala berbeda. Tim ini mengusung filosofi bermain progressive possession dalam metode latihannya.
Direktur Kepelatihan SSB Mandala Payakumbuh, Revo Ramadhan, mengatakan bahwa tim KU-10 dan KU-12 telah mengikuti berbagai turnamen sepanjang 2025 sebagai bagian dari proses evaluasi.
“Tim U10 dan U12 sudah banyak mengikuti turnamen dari awal tahun sampai sekarang. Setiap game selalu kami evaluasi. Untuk Padek Cup, Insya Allah kami siap,” ujar Revo kepada Padang Ekspres, Jumat (28/11/2025).
Menurutnya, keikutsertaan di Padek Cup 2025 bertujuan untuk mengukur sejauh mana kemampuan teknis pemain dan pemahaman taktik saat bertahan maupun menyerang.
“Kami mengikuti Padek Cup ini untuk mengukur sejauh mana anak-anak bisa melakukan aksi sepak bola serta memahami peran saat menyerang dan bertahan,” tuturnya.
Dalam persiapan turnamen, SSB Mandala menjalani latihan rutin tiga kali dalam seminggu dan aktif mengikuti festival sepak bola. Dukungan manajemen, pelatih, dan orang tua juga menjadi faktor penting dalam kesiapan tim.
SSB Mandala Payakumbuh dikenal sebagai salah satu tempat pembinaan pemain yang memiliki nilai historis, karena melahirkan figur sepak bola nasional seperti Nil Maizar, mantan pelatih Timnas Indonesia, serta Delfi Adri, mantan pelatih Semen Padang FC.
Revo berharap keikutsertaan di Padek Cup 2025 dapat menambah pengalaman dan semangat latihan para pemain.
“Harapan kami, anak-anak semakin semangat berlatih dan mendapatkan pengalaman berharga saat berhadapan dengan SSB dari luar daerah,” pungkasnya.(CR4)
Editor : Hendra Efison