Namun, Dembele lebih beruntung karena capaiannya telah mendapatkan pengakuan secara pribadi. Dembele telah dianugerahi Ballon d’Or 2025.
Penghargaan pesepak bola terbaik dunia dari majalah Prancis France Football itu diterima Dembele pada 22 September lalu di Theatre du Chatelet, Paris. Wide attacker berusia 28 tahun tersebut meraihnya berkat quadruple (empat gelar) musim lalu (2024–2025) bersama Paris Saint-Germain (PSG) plus top scorer dan pemain terbaik Ligue 1 serta pemain terbaik Liga Champions.
Men’s Player (penghargaan pesepak bola terbaik pria oleh FIFA) yang diumumkan di Katara Hall, Fairmont Doha, Qatar, dini hari nanti (17/12). Menurut media-media di Eropa, hanya Mbappe yang dianggap bisa mengganjal Dembele.
Alasan Mbappe bisa menang karena peraih The Best FIFA Men’s Player ditentukan oleh suara terbanyak di antara 16 juta pemilik suara. Popularitas bisa menguntungkan striker Real Madrid itu karena selain kapten timnas, pelatih timnas, dan jurnalis, ada pula penggemar (fans) yang memberikan suara secara daring di laman resmi FIFA.
Sebelum 2016 (saat masih bernama FIFA Ballon d’Or), pemilihnya tidak termasuk suara fans. Untuk kriteria perhitungan, setiap pemilih memilih tiga pemain terbaik (pilihan pertama mendapat 5 poin, kedua 3 poin, ketiga 1 poin) dan pemenang adalah yang memperoleh poin tertinggi secara keseluruhan.
”Setiap nomine (The Best FIFA Men’s Player) merupakan pemain hebat bukan hanya di negara masing-masing, melainkan di dunia internasional. Mereka semua juga pemenang,” kata Dembele seperti dilansir dari Canal+.
Ada sebelas pemain yang masuk nomine dengan empat di antaranya dari PSG. Dembele ditemani bek kanan Achraf Hakimi, bek kiri Nuno Mendes, dan gelandang jangkar Vitinha. Disusul tiga nama dari FC Barcelona, masing-masing wide attacker Raphinha dan Lamine Yamal, serta gelandang Pedri.
Nama lain di luar Mbappe adalah bomber Bayern Munchen dan kapten timnas Inggris Harry Kane, gelandang serang Chelsea dan timnas Inggris Cole Palmer, serta wide attacker Liverpool FC-timnas Mesir Mohamed Salah.
Anomali 2021 dan 2024
Sejak pemisahan The Best FIFA dan Ballon d’Or pada 2016, hanya dua kali ”anomali” terjadi alias pemenang The Best FIFA Men’s Player dan Ballon d’Or berbeda. Masing-masing pada 2021 ketika Ballon d’Or dimenangkan Lionel Messi, sedangkan The Best FIFA Men's Player dimenangkan Robert Lewandowski.
Lalu, pada 2024 saat Ballon d’Or dimenangkan Rodri (Manchester City), sedangkan The Best FIFA Men's Player dimenangkan Vinicius Junior (Real Madrid). (*)
Editor : Adetio Purtama