Pertemuan ini menjadi yang pertama bagi Mourinho menghadapi Alvaro Arbeloa sebagai pelatih lawan, 13 tahun setelah ia menangani pemain tersebut di Real Madrid.
Dalam konferensi pers pra-pertandingan, Mourinho menegaskan hubungan khususnya dengan Arbeloa. “Arbeloa adalah anak saya, bukan hanya mantan pemain saya. Alvaro adalah salah satu pemain favorit saya secara pribadi. Dia bukan pemain terbaik yang pernah saya miliki di Madrid, tapi pasti salah satu orang terbaik,” kata Mourinho, dikutip dari Diario AS.
Selain Arbeloa, Mourinho juga menyebut hubungan positifnya dengan Xabi Alonso. “Xabi adalah anak saya juga. Saya hanya memiliki kenangan positif bersamanya,” tambahnya. Mourinho menegaskan bahwa ia tidak memberikan saran teknis kepada Arbeloa. “Hal terpenting saat ini adalah dia bahagia dan menyukai pekerjaannya.”
Posisi Kedua Tim di Fase Grup
Real Madrid datang ke pertandingan ini dalam posisi lebih kuat dibandingkan Benfica. Juara Eropa 15 kali itu telah memenangkan lima dari tujuh pertandingan fase grup, menempati posisi ketiga, dan hanya tertinggal tiga poin dari tiket otomatis ke babak 16 besar.
Sebaliknya, Benfica mengalami kesulitan musim ini, dengan lima kekalahan termasuk 2–0 dari Juventus pekan lalu. Tim tuan rumah berada di peringkat ke-29, di bawah ambang batas playoff fase knockout.
Kemenangan atas Real Madrid tidak cukup untuk memastikan Benfica lolos, namun sangat penting untuk memberi peluang melaju ke babak selanjutnya.
Mourinho sendiri belum pernah mengalahkan mantan klubnya dari sisi bangku cadangan lawan. “Analisis kami terhadap lawan dan tim sendiri penting, tapi banyak hal bisa terjadi. Tujuan kami jelas: menang. Tanpa kemenangan, kami tidak akan lolos ke fase berikutnya,” ujarnya.
Strategi Benfica dan Fokus Pemain
Mourinho menegaskan timnya harus bermain seimbang antara menyerang dan bertahan. “Untuk menang, kami harus mencetak gol lebih banyak daripada lawan,” tambahnya.
Strategi ini menjadi kunci mengingat kualitas pemain Real Madrid, termasuk Kylian Mbappe yang disebut oleh bek Benfica Nicolas Otamendi sebagai ancaman utama.
“Mbappe adalah pemain dengan level tinggi dan karakteristik luar biasa, tapi Madrid bukan hanya tentang satu pemain. Kami harus memainkan pertandingan sempurna,” kata Otamendi.
Ia menekankan fokus tim pada kemenangan. “Kami sadar hasil yang harus dicapai adalah menang. Pertama, fokus pada kemenangan, lalu menunggu hasil lain.”
Selain itu, Otamendi menambahkan bahwa kompetisi internal antar pemain Benfica sangat sehat.
“Tomás, Antonio, atau Gonzalo masing-masing memiliki kualitas dan proyeksi tinggi. Kompetisi internal ini positif bagi tim,” ujarnya, menegaskan kesiapan tim menghadapi laga krusial di fase grup Champions League.(*)
Editor : Heri Sugiarto