Masa depan pelatih kepala Hansi Flick dilaporkan berada di ujung tanduk dan sangat bergantung pada hasil pemilu internal Blaugrana.
Situasi internal di Camp Nou memanas seiring mendekatnya agenda pemilihan presiden baru.
Flick dikabarkan siap meninggalkan jabatannya jika Joan Laporta gagal terpilih kembali sebagai Presiden Barcelona.
Baca Juga: Perkuat K3 dan SDM Sektor Pertambangan, Menaker Tinjau PTBA Tanjung Enim
Flick Kaitkan Nasibnya dengan Kepemimpinan Laporta
Laporan media Spanyol, Marca, yang dikutip Senin (9/2/2026), menyebutkan Flick merasa posisinya berkaitan langsung dengan keberlangsungan kepemimpinan Laporta.
Pelatih asal Jerman itu menilai stabilitas manajemen sebagai fondasi utama keberhasilan tim.
Sejak didatangkan ke Catalunya, Flick merasa dirinya merupakan bagian dari proyek jangka panjang yang dirancang Laporta.
Ia percaya keselarasan visi antara presiden dan pelatih menjadi kunci konsistensi performa Barcelona.
Sumber internal yang dikutip enam jam sebelum laporan tersebut menyebutkan Flick enggan mengambil risiko akibat perubahan kepemimpinan.
Pergantian presiden dinilai berpotensi membawa filosofi baru yang berujung pada perombakan besar di bangku pelatih.
“Flick merasa dirinya adalah bagian integral dari proyek yang dirancang oleh Laporta,” tulis Marca sebagaimana dikutip Senin (9/2/2026).
Laporan itu menegaskan bahwa perubahan di level presiden bisa berdampak langsung pada posisi pelatih kepala.
Prestasi Flick Bayangi Ketidakpastian Politik Klub
Kabar ini menjadi pukulan bagi pendukung Barcelona mengingat capaian Flick bersama klub.
Dalam waktu singkat, Barcelona kembali tampil sebagai tim yang disegani di Eropa di bawah kepemimpinannya.
Hingga musim 2024/2025, Flick sukses mempersembahkan Treble Domestik berupa La Liga, Copa del Rey, dan Supercopa de Espana.
Pencapaian tersebut mengembalikan martabat klub setelah periode sulit beberapa tahun sebelumnya.
Pada 2026, Flick kembali menambah koleksi trofi dengan gelar Supercopa de Espana 2026.
Konsistensi permainan tim membuat manajemen awalnya sangat optimistis terhadap masa depan Barcelona.
Catatan impresif Flick juga terlihat dalam laga El Clasico. Barcelona mencatatkan empat kemenangan beruntun atas Real Madrid dalam beberapa pertemuan terakhir.
Keputusan Akhir di Tangan Socios Barcelona
Meski kontraknya masih berjalan, Flick disebut siap hengkang jika Laporta kalah dalam pemilihan presiden.
Situasi ini menempatkan masa depan Barcelona dalam ketidakpastian menjelang akhir musim.
Di sisi lain, Flick menyatakan kesediaannya memperpanjang masa bakti jika Laporta kembali terpilih.
Pelatih berusia 60 tahun itu menegaskan hanya ingin bekerja dalam proyek yang berjalan di jalur yang sama.
Kini, keputusan berada di tangan para socios yang memiliki hak suara. Kehilangan Flick dinilai menjadi kerugian besar bagi Barcelona mengingat fondasi tim yang telah dibangun selama dua musim terakhir. (CR3)
Editor : Hendra Efison