Kemenangan ini memperpanjang catatan tak terkalahkan Osasuna sejak November 2025, dan mengakhiri dominasi Real Madrid di El Sadar lebih dari satu dekade. Real Madrid terakhir kalah di El Sadar pada musim 2010–2011, ketika Osasuna menang 1-0.
Jalannya Pertandingan
Osasuna memulai laga dengan agresif, menahan serangan Madrid di lini depan meski seluruh pemain asuhan Alvaro Arbeloa bergerak aktif.
Pada menit ke-35, VAR yang diperiksa oleh Alejandro Quintero memberikan penalti setelah Thibaut Courtois kontak dengan Ante Budimir akibat miskomunikasi dengan Asencio.
Budimir mengeksekusi penalti dengan tendangan kaki kiri, membuka skor 1-0 dan menyelesaikan gol keduabelasnya di musim ini.
Madrid sempat mencoba menyamakan skor. Vinicius Jr. menembak dengan tekanan dari Rosier, tapi hanya menghasilkan tembakan lemah.
Kylian Mbappe sempat mencetak gol yang dianulir karena offside, sementara upaya Arda Guler juga membentur mistar.
Di babak kedua, Madrid meningkatkan intensitas dengan memasukkan Trent Arnold dan Brahim Diaz, tapi Osasuna tetap kuat di pertahanan.
Sergio Herrera beberapa kali melakukan penyelamatan krusial, termasuk menahan tendangan Vinicius dan percobaan Iker Munoz.
Gol penyama kedudukan 1-1 tercipta pada menit ke-73 ketika Vinicius memanfaatkan umpan silang dari Federico Valverde.
Ketika pertandingan tampak menuju hasil imbang, Raul García de Haro memanfaatkan momen di menit ke-90 dengan dribel spektakuler melewati Trent, menembak ke tiang jauh, dan membawa Osasuna unggul 2-1.
Baca Juga: Donald Trump Unggah Video TikTok Kirim Pesan ke Cristiano Ronaldo Jelang MLS 2026
Gol ini mengangkat moral tim yang berbasis di Pamplona itu, dan menempatkan Madrid dalam tekanan di klasemen La Liga.
Barcelona bisa merebut kembali puncak klasemen jika menang atas Levante yang akan bermain pada Minggu (22/2/) pukul 22.15 WIB.(*)
Editor : Heri Sugiarto